Ilmu, Amal, dan Muhasabah: Jalan Iman Menurut Imam Al-Ghazali
Radarseluma.disway.id - Ilmu, Amal, dan Muhasabah: Jalan Iman Menurut Imam Al-Ghazali--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Setelah pada bagian pertama kita membahas tiga fondasi penting dalam iman—yakni hakikat iman, pentingnya menjaga hati, dan kewaspadaan terhadap dunia—kita melanjutkan bagian kedua ini dengan nasihat-nasihat yang tak kalah penting dari Imam Al-Ghazali, yaitu tentang ilmu yang diamalkan, muhasabah (introspeksi diri), dan penguatan hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Imam Al-Ghazali dalam karya-karya besarnya seperti Ihya’ ‘Ulumuddin, Bidayatul Hidayah, dan Al-Munqidz min Adh-Dhalal, mengingatkan umat Islam untuk tidak hanya menjadi pencari ilmu, tetapi juga pelaku amal. Keimanan yang sejati adalah gabungan antara pemahaman, pelaksanaan, dan kesadaran diri terhadap kelemahan sebagai hamba Allah.
1. Ilmu Tanpa Amal adalah Kesesatan
Imam Al-Ghazali menegaskan bahwa ilmu adalah cahaya, tetapi jika tidak diamalkan, ia bisa menjadi petaka. Ilmu yang hanya disimpan dalam pikiran tanpa pengaruh pada amal hanya akan menjauhkan seseorang dari hidayah.
BACA JUGA:Keutamaan Berpegang Teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah
Dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an Surat As-Saff ayat 2 - 3 Allah SWT berfirman yang mana berbunyi:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ اللَّهِ أَنْ تَقُولُوا مَا لَا تَفْعَلُونَ
Artinya:;"Wahai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (QS. As-Saff: 2-3)
Dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Al-Baihaqi Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda yang berbunyi:
" أَشَدَّ النَّاسِ عَذَابًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَالِمٌ لَمْ يَنْفَعْهُ اللَّهُ بِعِلْمِهِ."
Artinya: "Sesungguhnya orang yang paling berat azabnya di hari kiamat adalah seorang alim (berilmu) yang tidak memanfaatkan ilmunya." (HR. Al-Baihaqi)
Bagi Imam Al-Ghazali, ilmu bukan hanya untuk diketahui, tapi untuk diamalkan. Seorang yang belajar tentang sabar, harus menunjukkan kesabaran. Seorang yang mengetahui keutamaan shalat, harus memperbaiki shalatnya. Tanpa amal, ilmu hanya menjadi beban yang memberatkan di akhirat.
2. Muhasabah dan Taubat: Kunci Perbaikan Iman
Muhasabah atau introspeksi diri adalah salah satu pilar penting dalam perjalanan keimanan menurut Imam Al-Ghazali. Setiap hamba wajib mengoreksi dirinya setiap hari, mengingat dosa-dosa, dan memperbaikinya dengan taubat.
BACA JUGA:Syawal sebagai Waktu untuk Meningkatkan Ibadah Sunnah
Sumber: