Menjaga Kesucian Niat dalam Beribadah

Menjaga Kesucian Niat dalam Beribadah

Radar Seluma.disway.id - إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى Artinya: "Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya, dan sesungguhnya setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan." (HR. Bukhari--

Amal yang ikhlas karena Allah akan diterima dan diberi pahala besar, bahkan jika bentuk amalnya tampak kecil. Dalam sebuah kisah, disebutkan ada seorang wanita pezina yang memberi minum seekor anjing yang kehausan, lalu Allah mengampuni dosanya karena keikhlasan dalam perbuatannya (HR. Bukhari dan Muslim). Ini menunjukkan bahwa Allah melihat isi hati, bukan semata-mata bentuk amalnya.

BACA JUGA:Meningkatkan Kepedulian Sosial dalam Kehidupan: Sebuah Tanggung Jawab Bersama

Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa menjaga kesucian niat dalam beribadah adalah perkara yang sangat penting dalam Islam. Tanpa niat yang benar, amal yang kita lakukan akan sia-sia. Oleh karena itu, setiap Muslim harus selalu memperhatikan niat sebelum, saat, dan sesudah beramal. Hanya amal yang ikhlas karena Allah yang akan diterima dan diberi ganjaran oleh-Nya. Mari kita terus berusaha untuk memperbaiki niat dan menjaga hati dari penyakit riyaa serta mencari ridha Allah dalam setiap langkah ibadah kita.

Dalam kehidupan yang semakin penuh godaan dan pujian dunia, menjaga niat agar tetap bersih adalah perjuangan seumur hidup. Namun, itulah jihad sejati yang harus terus diupayakan. Sebab, sebagaimana para ulama berkata, “Betapa banyak amal kecil menjadi besar karena niat, dan betapa banyak amal besar menjadi kecil karena niat.”

Semoga Allah SWT senantiasa memurnikan niat kita dalam setiap amal, menerima ibadah kita, dan menjauhkan kita dari sifat Riya dan ujub. Aamiin.(djl) 

 

Sumber:

Berita Terkait