PEMATANG AUR, Radarseluma.disway.id- Pascapendataan melalui sensus ekonomi dan pemutakhiran data sosial ekonomi masyarakat, sejumlah warga di Kabupaten Seluma mengeluhkan perubahan tingkat desil yang berdampak terhadap penerimaan bantuan sosial.
Keluhan tersebut muncul setelah adanya warga yang sebelumnya tercatat sebagai penerima bantuan, namun kini tidak lagi mendapat bantuan karena mengalami kenaikan desil. Bahkan, terdapat masyarakat yang mengaku mengalami perubahan cukup signifikan, dari sebelumnya berada di desil rendah hingga masuk ke desil lima bahkan lebih tinggi.
Kondisi tersebut menjadi perhatian DPRD Kabupaten Seluma. Ketua DPRD Seluma, April Yones, mengatakan pihaknya telah menerima banyak pengaduan dari masyarakat terkait perubahan data sosial ekonomi yang dinilai berpengaruh terhadap status penerima bantuan.
"Sudah banyak masyarakat yang mengadu ke kita. Kita mengharapkan agar pihak terkait untuk dapat memvalidkan data-data ini. Ini menyangkut kehidupan orang. Karena yang sebelumnya mendapatkan bantuan, kadang dulu dia desil 2 sekarang desil 7," kata April Yones.
Menurutnya, validasi dan pemutakhiran data perlu dilakukan secara cermat agar kondisi ekonomi masyarakat yang sebenarnya dapat tergambar dalam data. Sebab, perubahan desil secara signifikan dapat berdampak langsung terhadap akses masyarakat terhadap berbagai program bantuan pemerintah.
April menilai, data sosial ekonomi harus benar-benar menggambarkan kondisi terkini masyarakat di lapangan. Jangan sampai masyarakat yang secara ekonomi masih membutuhkan bantuan justru tidak lagi masuk dalam kategori penerima akibat perubahan data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.
Karena itu, DPRD Seluma mendorong instansi terkait untuk membuka ruang verifikasi dan memastikan setiap perubahan data dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat yang merasa mengalami perubahan desil dan tidak sesuai dengan kondisi ekonominya juga diharapkan dapat menyampaikan keberatan melalui mekanisme yang tersedia.
"Jangan sampai masyarakat yang memang membutuhkan justru kehilangan bantuan karena persoalan data. Kita berharap data ini benar-benar divalidasi kembali sehingga bantuan pemerintah dapat tepat sasaran," tegasnya.
BACA JUGA:Toyota Fortuner Sport 2026 Menjadi Sorotan di Pasar Otomotif Berkat Reputasinya Sebagai SUV Tangguh
Pemerintah daerah bersama pihak terkait diharapkan dapat melakukan pengecekan terhadap data masyarakat secara berkelanjutan. Langkah tersebut penting untuk memastikan hasil pendataan sosial ekonomi dapat menjadi dasar penyaluran bantuan yang lebih akurat dan tidak merugikan masyarakat yang masih berada dalam kondisi membutuhkan.(adt)