AKPY, BPDP dan Ditjenbun: Perbaiki Cara Panen, Cara Cepat Dongkrak Pendapatan Pekebun Seluma

Jumat 21-08-2026,11:48 WIB
Reporter : radarseluma
Editor : radarseluma

 

Bengkulu, Radarseluma.Disway.id– Meningkatkan pendapatan pekebun sawit tidak selalu harus dilakukan dengan memperluas lahan. Perbaikan cara panen dan penanganan tandan buah segar (TBS) dapat menjadi langkah penting untuk menjaga kualitas hasil sekaligus meningkatkan nilai ekonomi yang diterima pekebun.

 

BACA JUGA:Toyota Fortuner GR Sport, SUV Handal dan Canggih dengan Desain Memukau yang Menarik Minat Konsumen Indonesia

BACA JUGA:Siap-Siap! Kemnaker akan Buka Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 2

Pesan tersebut menjadi salah satu fokus pelatihan Teknis Panen dan Pascapanen Kelapa Sawit yang diikuti 60 pekebun asal Kabupaten Seluma, Bengkulu. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDMP) 2026 yang diselenggarakan Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta (AKPY) dengan dukungan BPDP dan Ditjenbun, yang diadakan pada 20 – 24 Agustus 2026, di salah satu hotel ternama di Bangkulu.

Wakil Direktur AKPY, Dr. Idum Satia Santi, mengatakan kesalahan dalam proses panen dan pascapanen dapat menjadi sumber kehilangan pendapatan pekebun. Artinya, persoalan pendapatan tidak selalu disebabkan rendahnya produksi kebun, tetapi juga dapat terjadi karena hasil yang sudah diproduksi tidak ditangani dengan tepat.

“Seringkali kehilangan pendapatan petani itu bukan terjadi karena rendahnya produksi tapi karena kesalahan dalam proses panen dan pasca panen,” ujarnya, pada Kamis (20 Agustus 2026).

Sebab itu, pelatihan diarahkan untuk membangun disiplin pekebun dalam menjalankan proses panen. Sebanyak 60 pekebun peserta dibekali pemahaman mengenai panen tepat waktu, pemanenan sesuai standar, pengumpulan brondolan, serta pengiriman TBS secara cepat ke pabrik.

Praktik tersebut penting karena setiap tahapan memiliki kaitan dengan mutu buah dan rendemen minyak. Semakin baik hasil panen ditangani, semakin besar peluang menjaga kualitas TBS dan nilai ekonomi yang diterima pekebun.

Jangan Kehilangan Nilai dari Kebun

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Provinsi Bengkulu, Hj. Sri Herlin Despita, S.Pt., MP., mengatakan peningkatan keterampilan pekebun menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas sekaligus pendapatan petani.

Menurutnya, sebagian besar areal sawit di Bengkulu merupakan perkebunan rakyat. Berdasarkan data statistik 2022-2023 yang disampaikan dalam pembukaan pelatihan, luas areal sawit Bengkulu mencapai lebih dari 426 ribu hektare, dengan lebih dari 75% merupakan perkebunan rakyat.

Besarnya porsi perkebunan rakyat membuat peningkatan keterampilan pekebun menjadi penting. Salah satunya melalui perbaikan teknik panen dan pascapanen agar hasil kebun dapat memberikan nilai yang lebih baik.

Sri berharap pelatihan mampu meningkatkan kualitas TBS pekebun. Dengan kualitas yang lebih baik, peluang memperoleh harga yang lebih tinggi juga semakin terbuka.

Kategori :