BACA JUGA:Firdaus: Surga Tertinggi yang Dirindukan Setiap Mukmin
Nopetri juga mengingatkan agar pengurus tidak terlalu berorientasi pada keuntungan besar di awal menjalankan usaha. Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memastikan usaha tetap berjalan dan mampu berkembang secara bertahap.
"Pembinaan terus kita lakukan kepada BUMDes. Jangan dulu mengejar target yang tinggi. Yang paling penting usahanya berjalan dulu. Jangan memiliki harapan yang berlebihan atau angan-angan yang terlalu jauh. Bangun usaha itu secara bertahap," katanya.
Dirinya juga menjelaskan, banyaknya BUMDes yang stagnan berdampak langsung terhadap Pendapatan Asli Desa. Ketika BUMDes tidak menjalankan kegiatan usaha, desa kehilangan salah satu sumber pendapatan yang seharusnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
"Kalau BUMDes stagnan, berarti usahanya merugi atau bahkan sudah tidak ada lagi kegiatan. Akibatnya desa tidak mendapatkan PADes yang bersumber dari BUMDes," jelasnya.
Saat ini, Dinas PMD masih melakukan pendataan terhadap seluruh BUMDes di Kabupaten Seluma. Pemetaan belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena masih banyak pengurus yang belum melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) maupun menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah daerah.
Padahal, laporan hasil RAT menjadi dasar bagi Dinas PMD untuk mengevaluasi perkembangan setiap BUMDes, mengidentifikasi kendala yang dihadapi, sekaligus menentukan bentuk pembinaan yang sesuai.
"Masih banyak pengurus yang belum menyampaikan dokumen laporan ke PMD. Surat sudah kami sampaikan kepada pemerintah desa agar segera melaksanakan RAT. Dari laporan itulah nanti bisa diketahui apakah usahanya berjalan, mengalami kendala, atau gagal, sehingga dapat kita petakan dan diberikan pembinaan yang tepat," pungkasnya.(ctr)