"Dalam konteks pelaksanaan pengadaan barang dan jasa kan tentu itu harus dilihat, mengapa misalnya vendor A yang menang, gitu kan? Pasti ada argumentasi-argumentasi dalam proses pengadaan barang dan jasa tersebut. Nah, itu yang kemudian nantinya harus bisa dipertanggungjawabkan," kata Budi.
BACA JUGA: Full-Process, All-Element Test Run Conducted for 2026 Beijing E-Town Humanoid Robot Half-Marathon
Kabarnya, motor listrik itu disiapkan untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menjelaskan pengadaan motor tersebut merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang lalu dan ditujukan untuk mendukung operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya bagi Kepala SPPG.
Total ada puluhan ribu motor listrik untuk Kepala SPPG yang disiapkan BGN. Informasi 70.000 unit motor listrik ternyata tidak benar. Motor listrik yang disiapkan sebanyak 20 ribuan unit.