SELUMA, Radarseluma.disway.id - Pasca penutupan operasional pabrik Crude Palm Oil (CPO) milik PT Agrindo Indah Persada di Desa Tumbuan, Kecamatan Lubuk Sandi, minat investor mulai bermunculan. Setidaknya dua perusahaan sawit dikabarkan tertarik untuk mengakuisisi atau mengambil alih operasional pabrik tersebut.
BACA JUGA:Menaker Tegaskan Kesempatan Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tantangan Global
BACA JUGA:Siapkan Lowongan Kerja di Tengah Ketidakpastiaan Geopolitik, Ini Langkah Menaker
Di tengah masuknya minat investor swasta, Pemerintah Kabupaten Seluma juga mulai mengkaji opsi strategis dengan mewacanakan pengambilalihan pabrik untuk dijadikan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Langkah ini dinilai sebagai upaya menjaga keberlangsungan industri pengolahan sawit sekaligus mengamankan potensi ekonomi daerah.
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Seluma memastikan siap memfasilitasi seluruh proses investasi, baik dalam bentuk akuisisi oleh pihak swasta maupun skema lainnya. Namun hingga saat ini, pemerintah daerah masih menunggu kepastian dan laporan resmi dari pihak manajemen perusahaan.
Plt Kepala DPMPTSP Kabupaten Seluma, Mulyadi, SPd MAP mengatakan, pihaknya telah menerima informasi terkait penghentian operasional pabrik tersebut. Meski demikian, pihaknya belum menerima laporan resmi yang menjadi dasar untuk langkah lanjutan.
"Kami sudah menerima informasi terkait penutupan operasional. Namun untuk tindak lanjut, kami masih menunggu laporan resmi dari pihak perusahaan. Jika ada investor yang ingin masuk melalui skema akuisisi atau take over, tentu akan kami fasilitasi," ujar Mulyadi.
Dirinya juga menegaskan, peluang investasi di sektor kelapa sawit di Kabupaten Seluma masih sangat menjanjikan. Hal ini didukung oleh ketersediaan bahan baku Tandan Buah Segar (TBS) yang melimpah dari perkebunan masyarakat maupun perusahaan di wilayah tersebut.