"Masalah sampah ini tidak pernah benar-benar selesai. Setiap kali menumpuk dan menjadi sorotan, baru dibersihkan. Setelah itu dibiarkan lagi hingga kembali menumpuk," ujar Rego.
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya disebabkan oleh perilaku masyarakat yang membuang sampah sembarangan. Dirinya menilai DLH Seluma belum maksimal dalam mengelola sistem persampahan secara menyeluruh, terutama dalam hal pengangkutan dan penyediaan fasilitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
"Ini bukan semata kesalahan masyarakat. DLH harus memastikan sistem pengangkutan berjalan optimal dan fasilitas seperti TPS tersedia dan memadai," tegasnya.
Rego juga menyoroti bahwa penanganan sampah selama ini masih bersifat reaktif, bukan preventif. Dirinya menilai belum ada sistem yang terstruktur dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah di daerah tersebut. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dinilai masih minim. Padahal, menurutnya, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah tangga sangat berperan penting dalam mengurangi volume sampah.
"Edukasi soal pemilahan sampah organik dan anorganik harus digencarkan. Kalau masyarakat sudah terbiasa memilah sampah dari rumah, volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir bisa berkurang," jelasnya.
BACA JUGA:Ramai Isu PPPK 2026 Dipecat, Ini Fakta dan Aturan Sebenarnya
Dirinya berharap DLH Kabupaten Seluma segera mengambil langkah nyata dan tidak lagi menunggu persoalan menjadi viral atau mendapat sorotan publik. Menurutnya, diperlukan program yang jelas, terukur dan berkelanjutan agar persoalan sampah tidak terus berulang.
"DLH jangan tutup mata. Harus ada solusi jangka panjang, bukan hanya penanganan sesaat. Kalau tidak, persoalan ini akan terus menjadi masalah tahunan," pungkasnya.(ctr)