Januari 2026, Neraca Perdagangan Masih Surplus, Namun Turun menjadi USD0,95 Miliar

Rabu 04-03-2026,15:24 WIB
Reporter : Jeffri Ginting
Editor : Jeffri Ginting

 

Jakarta, Radarseluma.disway.id  - Nilai ekspor Indonesia pada Januari 2026 naik 3,39% yoy menjadi USD22,2 miliar (vs 11,64% Des-25).

Kenaikan ekspor pada Januari 2026 didorong oleh peningkatan ekspor non-migas sebesar 4,38% menjadi USD21,3 miliar, sementara ekspor migas turun 15,62% menjadi USD0,89 miliar.

 

BACA JUGA: FIF Catatkan Laba Bersih Rp4,63 Triliun di Tahun 2025

BACA JUGA:Menguatkan Benteng Iman di Tengah Ujian Zaman: Jalan Menuju Taqwa yang Kokoh dan Tak Tergoyahkan

Komoditas ekspor utama yang mengalami peningkatan pada Januari 2026 adalah CPO sebesar USD987,3 juta atau naik 46,05% yoy, diikuti oleh nikel sebesar USD307,5 juta atau naik 42,04% yoy.

Sementara itu, komoditas dengan penurunan terbesar adalah batu bara yang turun 11,85% yoy seiring efek penurunan harga. Pada Januari 2026, Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar dengan nilai sebesar USD5,3 miliar atau 24,80% dari total ekspor.

 

Di sisi lain, nilai impor pada Januari 2026 mencapai USD21,2 miliar atau naik 18,21% yoy.

Kenaikan impor tersebut didorong oleh peningkatan impor non-migas yang tercatat sebesar USD18,03 miliar atau naik 16,71% yoy. Kenaikan impor didorong oleh naiknya kebutuhan mesin/perlengkapan elektrik yang naik 29,54% yoy menjadi USD666,3 juta, diikuti oleh logam mulia dan perhiasan yang naik 152,5% yoy menjadi USD451,3 juta dengan negara asal impor terutama Tiongkok sebesar USD1.547,3 juta atau 43,8% dari total impor.

 

Neraca perdagangan Indonesia pada Januari 2026 mencatat surplus sebesar USD0,95 miliar, turun dari surplus pada Desember 2025 yang mencapai USD2,51 miliar.

BACA JUGA: Menaker Minta THR Tak Dicicil, Dibayar Penuh

BACA JUGA:Menaker Imbau Perusahaan Aplikasi Transparan dalam Pemberian BHR Keagamaan 2026

Kategori :