BACA JUGA:Dosen Bedah UNIMUS Semarang Juara Nasional Berkat Tulisan “Stres, Kopi, Begadang”
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengeluarkan pernyataan terbaru usai Israel menyerang wilayah Iran. Dia mengklaim Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah tewas dalam serangan itu.
"Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran," kata Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Tentara Israel dan AS disebut menjatuhkan 30 bom ke kompleks kediaman Khamenei. Netanyahu mengatakan banyak tanda yang menunjukkan Khamenei telah tewas.
"Selama lebih dari tiga setengah dekade, diktator kejam ini telah menyebarkan teror di seluruh dunia sambil menindas rakyatnya sendiri, sambil bekerja tanpa lelah dan tanpa henti pada rencana untuk menghancurkan Israel," ujar Netanyahu.
PM Isreal Netanyahu--
"Rencana itu sudah tidak ada lagi -- dan ada banyak tanda bahwa diktator ini sudah tidak hidup lagi," sambungnya.
Dua jaringan televisi Israel melaporkan bahwa Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, sementara tidak ada konfirmasi dari Teheran.
Dilansir Reuters, kabar kematian Khamenei telah mengemuka di kalangan militer Israel. Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada Reuters bahwa Khamenei tewas dalam serangan Israel dan AS pada Sabtu (28/2).
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Khamenei masih hidup. Dia menegaskan Israel tidak bisa mengganti rezim di Iran.