BACA JUGA: Kecelakaan KA Bandara Vs Truk di Poris, Tak Ada Korban Jiwa
Iran peringatkan akan merespons "tegas"
Iran memperingatkan akan merespons secara "tegas" jika menghadapi agresi militer. Dalam surat kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Misi Tetap Iran untuk PBB menyatakan akan menganggap pangkalan, fasilitas, dan aset milik "kekuatan yang bermusuhan" di kawasan sebagai target sah jika diserang.
Dalam surat tersebut, Iran menilai retorika Presiden AS Donald Trump "mengisyaratkan risiko nyata terjadinya agresi militer". Teheran menegaskan tidak menginginkan perang, namun jika menjadi sasaran serangan, militernya akan bertindak "tegas dan menentukan".
Di tengah ketegangan, Iran pada Kamis (19/2) menggelar latihan militer tahunan bersama Rusia, termasuk latihan tembak langsung di Teluk Oman dan Selat Hormuz. Kantor berita IRNA menyebut latihan itu bertujuan "meningkatkan koordinasi operasional serta pertukaran pengalaman militer". Perairan tersebut merupakan jalur pelayaran vital bagi Iran, Irak, dan kawasan Teluk. Latihan ini telah digelar sejak 2019 dan tahun ini menjadi yang ketujuh.
Meski belum membuat konflik tak terhindarkan, situasi menunjukkan peningkatan ketegangan di kawasan. Dalam setahun terakhir, pemerintahan teokratis Iran menghadapi tekanan berat, mulai dari konflik singkat dengan Israel, yang disertai serangan AS ke sejumlah target program nuklir, hingga gelombang protes domestik pada Januari yang ditindak keras oleh otoritas.