Amalan Pahalanya Terus Mengalir Part Dua

Jumat 13-02-2026,14:07 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Keutamaan Wakaf dan Sedekah Jariyah

Dalam hadis lain disebutkan:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ...

Termasuk di dalamnya membangun rumah untuk musafir, penuntut ilmu, anak yatim, atau fakir miskin. (HR. Ibnu Majah)

Para ulama menafsirkan sedekah jariyah sebagai wakaf, karena manfaatnya terus berjalan sementara fisiknya tetap ada.

Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu berkata:

لَمْ يَكُنْ أَحَدٌ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ ذُو مَقْدِرَةٍ إِلَّا وَقَفَ

Artinya: “Tidak ada seorang pun sahabat Nabi yang memiliki kemampuan kecuali ia berwakaf.”

Ini menunjukkan betapa besar semangat mereka dalam meninggalkan warisan amal.

Tambahan: Keutamaan Ribath di Jalan Allah Rasulullah SAW bersabda:

رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ...

Artinya:  “Berjaga di perbatasan sehari semalam lebih baik dari puasa dan qiyam sebulan. Jika ia wafat, amalnya tetap mengalir…” (HR. Muslim)

Ini menunjukkan bahwa pengorbanan dalam menjaga keamanan umat juga termasuk amal yang pahalanya terus berjalan.

Kematian bukan akhir dari segalanya. Ia hanya memutus amal biasa, tetapi tidak memutus amal yang berdampak luas dan berkelanjutan.

Tujuh amalan ini mengajarkan kita satu prinsip penting:

Tinggalkan jejak manfaat.

Kategori :