Jakarta, Radarseluma.Disway.id- Di tengah geliat ribuan karya kriya Nusantara yang dipamerkan di INACRAFT, Bank Mandiri hadir melalui pendekatan berbeda lewat Mandiri Looping for Life. Program ini diarahkan untuk mengakselerasi sinergi antarpelaku ekosistem dalam menciptakan nilai tambah baru bagi UMKM melalui penerapan konsep ekonomi sirkular yang terintegrasi dari hulu ke hilir.
BACA JUGA:Kemnaker Gandeng Shopee, Latih 100 Instruktur BLK soal Digital Marketing dan Shopee Affiliate
BACA JUGA: Presiden RI ke 7 Jokowi Diperiksa 2,5 Jam di Polresta Solo
Aktivasi Mandiri Looping for Life ini digelar sepanjang 4-8 Februari 2026 di INACRAFT 2026. Melalui konsep From Waste to Circular Craft Experience, Bank Mandiri menempatkan industri kriya sebagai ruang strategis untuk mempertemukan kreativitas lokal, kesadaran lingkungan, dan penguatan ekonomi kerakyatan secara berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, bank berlogo pita emas ini menggandeng Rue, brand aksesori ramah lingkungan yang mengolah limbah plastik pascakonsumsi menjadi produk bernilai estetika dan ekonomi.
Corporate Secretary Bank Mandiri Adhika Vista menjelaskan, kolaborasi tersebut mencerminkan praktik ekonomi sirkular yang relevan dengan kebutuhan pasar modern, sekaligus selaras dengan tema INACRAFT 2026, Womenpreneurs in Craft, yang mengangkat peran perempuan sebagai penggerak inovasi di industri kriya.
Dalam aktivasi ini, pengunjung diajak terlibat langsung dalam proses upcycling melalui Circular Craft Experience dan Return & Restyle Workshop, guna mendapat pemahaman mengenai yang limbah dapat ditransformasi menjadi karya bernilai guna.
Adhika juga menambahkan, sebagai mitra strategis pemerintah, Bank Mandiri menilai penguatan UMKM kriya memerlukan sinergi lintas sektor, mulai dari perajin, komunitas kreatif, hingga mitra pengolah limbah. Menurutnya, langkah ini merupakan wujud nyata strategi perseroan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis ekosistem.