e-Axle yang dipasang pada poros penggerak belakang memungkinkan start yang kuat dan akselerasi yang mulus dengan cengkeraman roda belakang yang tinggi, bahkan di bawah beban berat atau saat mendaki bukit. Sistem itu diklaim menghasilkan torsi yang cukup sejak awal berkendara, sementara pengereman regeneratif yang tepat meningkatkan efisiensi listrik dan kemudahan berkendara.
Baterai berkapasitas 36,6 kWh yang dirancang tipis ditempatkan di bawah lantai. Rancangan itu dapat menurunkan pusat gravitasi dibandingkan dengan kendaraan bensin konvensional, meningkatkan stabilitas penanganan, dan mencegah pergeseran muatan.
Disebut Nggak Murah Lagi, Ini Daftar Harga Mobil LCGC Terbaru
Daihatsu e-Hijet Cargo dan e-Atrai mengadopsi baterai jenis lithium iron phosphate. Dengan baterai berkapasitas 36,6 kWh, mobil ini bisa menempuh jarak hingga 257 km (berdasarkan mode WLTC). Jarak tersebut dipastikan sudah cukup untuk sebagian besar pengguna van komersial mini, bahkan selama musim panas atau musim dingin ketika konsumsi daya meningkat karena AC dan faktor lainnya.
Mobil listrik pertama Daihatsu juga menawarkan biaya operasional lebih rendah dibandingkan dengan bensin. Jadi lebih ekonomis untuk perjalanan harian dengan jarak yang sama. Dengan lebih sedikit komponen habis pakai seperti oli dan kebutuhan perawatan yang berkurang, kendaraan ini menawarkan biaya operasional yang rendah, memberikan ketenangan pikiran bahkan selama kepemilikan jangka panjang.