Chan memaparkan strategi Hong Kong dalam upaya mencapai target netralitas karbon kota tersebut pada tahun 2050. Strategi ini mencakup pemanfaatan kebijakan pemerintah untuk mengarahkan perubahan perilaku di kalangan perusahaan dan konsumen, seperti memberikan keringanan pajak untuk kendaraan listrik dan insentif untuk bangunan ramah lingkungan. Beliau juga menyebutkan dukungan keuangan untuk uji coba teknologi inovatif, seperti transportasi bertenaga hidrogen berkelanjutan, untuk mendorong inovasi.
BACA JUGA:Sudah Dua Kali Demo, Nasib Honorer Seluma Dirumahkan Masih Menggantung
Hong Kong secara aktif memfasilitasi partisipasi modal swasta dalam proses dekarbonisasi melalui ekosistem keuangan hijau yang kaya, seperti obligasi hijau dan dana Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (ESG). Pemerintah Daerah Administratif Khusus Hong Kong juga mendorong inovasi keuangan, termasuk penerbitan obligasi hijau yang di tokenisasi untuk memungkinkan partisipasi investor yang lebih luas dalam proyek-proyek hijau, dan sekuritisasi pinjaman untuk proyek infrastruktur guna melepaskan modal untuk diinvestasikan kembali ke proyek-proyek baru.
Chan juga bertemu dengan para pemimpin dari bidang politik, bisnis, dan organisasi internasional, termasuk Presiden dan Kepala Eksekutif WEF, Børge Brende, dan Wakil Direktur Utama Pertama Dana Moneter Internasional, Dan Katz. Selain itu, Chan mengadakan pertemuan terpisah dengan Ketua Global PricewaterhouseCoopers, Mohamed Kande; Kepala Eksekutif AXA Group, Thomas Buberl; dan Wakil Presiden Kebijakan Publik Global Amazon Web Services, Michael Punke, untuk bertukar pandangan tentang situasi ekonomi dan pasar global saat ini, serta perkembangan teknologi.
Chan termasuk di antara sekitar 3.000 pemimpin dari berbagai sektor di seluruh dunia yang menghadiri Pertemuan Tahunan WEF 2026.