Diketahui, Changan memiliki pendekatan berbasis riset dan pengujian ketat dalam membangun reputasinya. Brand tersebut memiliki sistem R&D yang tersebar di 6 negara. Hal ini ditopang proses testing dan verification profesional yang menjadi fondasi setiap model yang dipasarkan.
Selain itu, Changan mengklaim sebagai satu-satunya produsen yang didukung State Key Laboratory of Intelligent Vehicle Safety Technology.
Melalui sistem verifikasi internal CA-ITVS (Changan Automotive Intelligent Technology Validation System), setiap kendaraan Changan diuji menempuh jarak lebih dari 5 juta kilometer.
Pengujian ekstrem ini dirancang untuk menjamin daya tahan kendaraan hingga 10 tahun pemakaian atau setara 260.000 kilometer.
BACA JUGA:Menghubungkan China dan Eropa: TRUCKAIR dari DHL menawarkan kecepatan dan efisiensi biaya.
BACA JUGA:INGGRIS DAN INDONESIA BEKERJA SAMA UNTUK MELINDUNGI ALAM, KOMUNITAS, DAN “RAKSASA SUMATRA”
Ke depan, Changan tidak hanya fokus pada volume, tetapi juga transformasi. Menatap 2030, perusahaan memperkirakan lebih dari 60 persen penjualannya akan berasal dari kendaraan energi baru (NEV). Sementara 30 persen ditargetkan datang dari pasar mancanegara.
Strategi ini untuk memperkuat posisi Changan sebagai merek otomotif global yang relevan, inovatif, dan terpercaya.