"Ke depan, tugas pemerintah daerah adalah menangkap potensi hilirisasi gabah kering. Jangan sampai seluruh gabah dijual ke daerah lain tanpa diolah sendiri. Ini penting untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat ekonomi daerah," tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Seluma Drs H Gustianto menyambut positif capaian surplus beras tersebut. Dirinya berharap keberhasilan ini diikuti dengan optimalisasi infrastruktur pertanian, terutama pemanfaatan dua bendungan besar yang dimiliki Kabupaten Seluma, yakni Bendung Air Seluma dan Bendung Air Alas.
"Kita bersyukur Kabupaten Seluma tahun ini mengalami surplus beras. Ke depan, dua bendungan besar kita harus dioptimalkan kembali agar mampu mengairi seluruh areal persawahan secara maksimal. Ini sangat penting untuk mendukung program ketahanan pangan daerah," ujar Gustianto.
BACA JUGA:Sampling Pestisida Bantuan APBN 2025 Dilakukan di Dinas Pertanian Seluma
Gustianto juga menambahkan, dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai serta pengelolaan pertanian yang berkelanjutan. Kabupaten Seluma diyakini mampu menjadi daerah penyangga pangan sekaligus lumbung beras utama di Provinsi Bengkulu.(ctr)