Seperti yang disampaikan oleh Kepala Desa Penago Baru, Salikin saat dikonfirmasi Radar Seluma mengungkapkan bahwa, pihak desa tidak sepenuhnya mampu melarang atau menahan pengunjung yang datang ke Pantai Cemara Indah di wilayahnya. Menurutnya, banyaknya akses jalan menuju pantai membuat pengawasan dan pembatasan pengunjung sulit dilakukan secara maksimal.
"Kita terimakasih kepada BKSDA terkait himbauan itu. Namun untuk larangan wisata di CA Pasar Talo, kami pemerintah desa tidak bisa menahan. Sebab, walaupun status masih CA setiap tahun dan hari besar masyarakat berbondong-bondong, antusiasnya ramai sekali di pantai Cemara Indah Desa Penago Baru. Kalau masyarakat datang ke pantai, kami tidak bisa sepenuhnya melarang atau mengusir. Akses menuju pantai itu banyak, bukan satu jalur saja. Jadi pengunjung tetap bisa masuk dari berbagai arah," kata Salikin kepada Radar Seluma.
Meski demikian, pemerintah desa tetap berupaya memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap kondisi cuaca ekstrem. Pengunjung diingatkan untuk tidak melakukan aktivitas berisiko. Seperti berenang terlalu ke tengah laut, beraktivitas di tepi pantai saat angin kencang, atau berada di kawasan pesisir ketika gelombang tinggi terjadi.
BKSDA Bengkulu bersama pemerintah daerah kembali mengimbau masyarakat agar mematuhi kebijakan penutupan kawasan konservasi demi keselamatan bersama. Masyarakat diminta menunda kunjungan wisata ke kawasan TWA dan CA hingga kondisi cuaca dinyatakan aman dan penutupan resmi dicabut.
"Kita tetap memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap selalu waspada," ujarnya.
BACA JUGA: Mitsubishi Siagakan Diler 24 Jam Selama Libur Nataru
BACA JUGA:13 Ribu Penumpang Internasional, Tercatat 7.000 Warga Malaysia, Naik Whoosh di Libur Natal
Terkait dengan pengamanan lokasi wisata pantai Cemara Indah Desa Penago. Salikin menegaskan tetap berkoordinasi kepada para Linmas, perangkat desa, BPD, serta dari pihak Kepolisian Polsek Talo dan Danramil Talo.
"Kalau kita usir nanti berpotensi keributan dengan para wisatawan lokal. Sebab, antusias para wisatawan lokal di saat hari besar dan hari libur sangat tinggi," pungkasnya.(ctr)