مَنْ قُتِلَ دُونَ أَهْلِهِ فَهُوَ شَهِيدٌ
Artinya: “Barangsiapa terbunuh karena membela kehormatan keluarganya, maka ia mati syahid.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Nasa’i)
Hadits ini menunjukkan betapa tinggi nilai membela keluarga dalam Islam. Rasulullah SAW tidak pernah membiarkan keluarganya dilecehkan, baik secara fisik maupun verbal. Namun beliau melakukannya dengan adab, kesabaran, dan kebenaran bukan dengan amarah atau kezaliman.
Ketika seseorang menuduh salah satu istrinya, Rasulullah tidak membalas dengan kata-kata kasar, tetapi beliau menyerahkan semua urusan kepada Allah. Sikap ini mengajarkan umat Islam bahwa pembelaan sejati harus berdasarkan keadilan dan tidak boleh dilakukan dengan cara yang melanggar syariat.
Pelajaran dari Rasulullah SAW
1.Keadilan dalam Membela
Rasulullah SAW tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan. Beliau meneliti kebenaran terlebih dahulu. Hal ini menjadi teladan agar manusia tidak mudah menuduh atau memvonis orang lain tanpa bukti yang sahih.
2.Kesabaran dan Keteguhan Iman
Ketika difitnah, Rasulullah SAW menunjukkan keteguhan iman yang luar biasa. Beliau bersabar, tidak membalas dengan kebencian, dan menyerahkan keputusan kepada Allah. Sikap ini menunjukkan bahwa pembelaan terhadap kehormatan harus disertai dengan kesabaran dan tawakal.
3.Menjaga Lisan dari Fitnah
Rasulullah SAW mengingatkan umatnya untuk berhati-hati dalam berbicara. Fitnah kehormatan adalah dosa besar. Beliau bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللَّهِ لَا يُلْقِي لَهَا بَالًا يَهْوِي بِهَا فِي جَهَنَّمَ
Artinya: “Sesungguhnya seorang hamba dapat mengucapkan satu kalimat yang dimurkai Allah tanpa ia sadari, lalu ia terjerumus ke dalam neraka karena kalimat itu.” (HR. Bukhari)
4.Keluarga Adalah Amanah.
Rasulullah SAW memandang keluarganya sebagai amanah yang harus dijaga dengan sepenuh hati. Dalam setiap perbuatan, beliau menunjukkan kasih sayang, tanggung jawab, dan penghormatan yang tinggi terhadap keluarganya.
Kisah Rasulullah SAW dalam membela kehormatan keluarganya mengandung pelajaran mendalam bagi setiap muslim. Dalam menghadapi fitnah, beliau tidak hanya menunjukkan keberanian, tetapi juga kebijaksanaan dan kesabaran. Islam menempatkan kehormatan keluarga sebagai sesuatu yang suci dan wajib dijaga. Membela keluarga bukan hanya tindakan emosional, tetapi bentuk keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT.
Rasulullah SAW telah memberikan teladan abadi dalam menjaga dan membela kehormatan keluarga. Beliau tidak hanya melindungi keluarganya dari ancaman fisik, tetapi juga dari fitnah dan tuduhan keji. Dari kisah ini, umat Islam diajarkan untuk menjaga lisan, menjauhi fitnah, dan menegakkan keadilan dalam segala hal. Sebab, kehormatan adalah bagian dari iman, dan siapa pun yang menjaganya berarti telah menegakkan salah satu pilar utama dalam kehidupan beragama.