Nasab Mulia Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: Dari Baghdad Hingga Bersambung ke Rasulullah SAW

Rabu 17-09-2025,14:17 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Walaupun memiliki nasab yang mulia, Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani tidak hanya berbangga pada garis keturunannya. Beliau membuktikan dirinya dengan akhlak, ibadah, dan perjuangan dalam dakwah.

Sejak kecil, beliau dikenal sebagai anak yang taat, jujur, dan haus ilmu. Beliau menimba ilmu di Baghdad dari banyak ulama besar, hingga akhirnya menjadi seorang ulama besar dalam fikih, hadits, dan tasawuf. Beliau mendirikan madrasah yang melahirkan ribuan murid dan menyebarkan Islam dengan hikmah serta kelembutan.

Kemuliaan akhlak beliau adalah cerminan dari hadits Nabi SAW:

مَنْ بَطَّأَ بِهِ عَمَلُهُ لَمْ يُسْرِعْ بِهِ نَسَبُهُ

Artinya: “Barangsiapa yang amalnya membuatnya lambat (dari masuk surga), maka nasabnya tidak akan mempercepatnya.” (HR. Muslim)

Hadits ini menegaskan bahwa walaupun nasab adalah kemuliaan, yang paling utama tetaplah amal shalih. Syaikh Abdul Qadir adalah contoh nyata keturunan Rasulullah yang tidak hanya mengandalkan nasab, tetapi juga memperjuangkan agama dengan amal, ilmu, dan dakwah.

BACA JUGA:Inilah 7 Karomah Menakjubkan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: Cahaya Wali Allah yang Abadi

Inspirasi dari Nasab Syaikh Abdul Qadir

Kisah nasab mulia ini memberikan beberapa pelajaran penting bagi umat Islam:

1. Menghormati Ahlul Bait Nabi – karena Allah dan Rasul-Nya telah memuliakan mereka.

2. Meneladani amal, bukan hanya nasab – Syaikh Abdul Qadir menunjukkan bahwa amal shaleh dan ilmu adalah kunci utama kemuliaan.

3. Menjaga hubungan dengan Rasulullah SAW – mencintai dan meneladani keturunannya adalah bentuk cinta kita kepada beliau.

4. Nasab sebagai amanah – bagi keturunan Rasulullah, nasab bukan kebanggaan semata, tetapi amanah besar untuk menjaga agama.

Nasab Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani yang bersambung kepada Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidina Hasan bin Ali RA, merupakan bukti kemuliaan yang melekat pada diri beliau. Namun, yang menjadikan beliau semakin agung bukan hanya nasabnya, melainkan ketakwaan, akhlak, dan perjuangannya dalam menyebarkan Islam.

Al-Qur’an dan Hadits telah menegaskan keutamaan Ahlul Bait, dan umat Islam diperintahkan untuk mencintai serta menghormati mereka. Syaikh Abdul Qadir adalah teladan bagaimana seorang keturunan Rasulullah tidak hanya menjaga nasab, tetapi juga menjaga agama.

Sejarah hidup Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengajarkan kita bahwa nasab mulia harus diiringi dengan amal mulia. Beliau adalah mutiara Ahlul Bait yang bersinar dari Baghdad untuk dunia Islam, hingga kini dikenang sebagai Sultanul Auliya.

Dengan meneladani beliau, kita diingatkan untuk terus menjaga iman, memperbanyak amal, dan menghormati keluarga Rasulullah SAW. Semoga kita mendapat syafaat Nabi dan keberkahan dari kecintaan kita kepada Ahlul Bait. (djl)

Kategori :