1. Menjaga persatuan – menghindari ujaran kebencian, fitnah, dan provokasi.
2. Mengamalkan ajaran agama – menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman hidup berbangsa.
3. Menghormati jasa pahlawan – mempelajari sejarah perjuangan dan meneladani semangat mereka.
4. Berperan aktif membangun negeri – melalui pendidikan, ekonomi, dan sosial yang berkeadilan.
5. Menjadi warga negara yang taat hukum – karena ketertiban adalah bagian dari syukur.
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa 17 Agustus bukan hanya hari untuk mengenang proklamasi, tetapi juga untuk meneguhkan iman dan syukur. Kemerdekaan yang kita nikmati adalah karunia Allah yang diberikan melalui perjuangan para pahlawan. Tanpa iman, kemerdekaan akan kehilangan makna. Tanpa syukur, nikmat kemerdekaan bisa hilang atau ternodai.
Di tengah gegap gempita perayaan kemerdekaan, marilah kita merenung dan bertekad: menjaga persatuan, menguatkan iman, dan terus bersyukur kepada Allah SWT. Semoga Allah melindungi bangsa ini dari perpecahan dan mengaruniakan keberkahan bagi negeri yang kita cintai.
Sebagaimana janji-Nya:
إِن تَنصُرُوا۟ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ
Artinya: "Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu." (QS. Muhammad: 7)
Merdeka sejati adalah merdeka yang disertai iman dan syukur. Selamat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80. Allahu Akbar! Merdeka! (djl)