Hadapi Tantangan Ekonomi Global, BSI Optimalisasi Inovasi Keuangan Sosial Islam

Rabu 06-08-2025,11:10 WIB
Reporter : Jeffri Ginting
Editor : Jeffri Ginting

 

Adapun tahap yang telah dilaksanakan adalah Tahap I 2024 yang menyasar dana Rp3 triliun dengan kelebihan permintaan hingga 3 kali. Juga tahap II 2025 yang menyasar dana Rp5 triliun dengan kelebihan permintaan 4,4 kali.

 

Bahkan manfaat Sukuk Keberlanjutan Tahap I telah dilaporkan perseroan. Seperti di ‘sektor hijau’ melalui pembangunan proyek energi terbarukan, pengelolaan air dan air limbah berkelanjutan, hingga produk-produk ramah lingkungan. Ada pula manfaat di sektor sosial, seperti akses ke layanan esensial, pemberdayaan kemampuan kerja dan pembiayaan UMKM, hingga membangun ketahanan pangan dan pangan berkelanjutan, serta pemberdayaan sosial ekonomi.

 

“Sejak berdiri BSI konsisten meningkatkan portofolio pembiayaan berkelanjutan sebagai komitmen kuat mendukung pembangunan ekonomi yang hijau, sosial, dan inklusif. Contohnya pembiayaan berkelanjutan BSI hingga Maret 2025 meliputi Pembiayaan Hijau sebesar Rp14,6 triliun, tumbuh 16,64% Year On Year. Ada juga pembiayaan sosial sebesar Rp57.9 triliun atau tumbuh 24,36% Year On Year,” ujar Bob.

 

Untuk pembiayaan sosial BSI, lanjut Bob, terdiri dari pembiayaan UMKM dan PBR (Perorangan Berpenghasilan Rendah). Tak hanya itu, kontribusi BSI terlihat pula dari zakat perusahaan dan karyawan yang terus meningkat. Pada 2024 jumlahnya mencapai Rp268,5 miliar, menjadikan BSI sebagai institusi penyumbang zakat terbesar di Indonesia.

 

Jika ditotal, dari mulai berdiri sejak 2021 hingga Maret 2025, BSI telah berhasil menghimpun zakat perusahaan  sebesar Rp727 miliar, zakat karyawan mencapai Rp145 miliar, serta zakat nasabah dan masyarakat sebesar Rp160 miliar.

 

Adapun dana zakat BSI yang disalurkan melalui lembaga zakat ditujukan untuk 5 pilar utama. Pertama adalah ekonomi, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan desa, UMKM, perempuan, dan penyandang disabilitas

 

Kedua, pendidikan guna meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia di antaranya melalui Beasiswa BSI. Ketiga adalah bidang kemanusiaan  dengan memberikan bantuan kemanusiaan kepada anak yatim dan masyarakat terdampak bencana

 

BACA JUGA:Tinggal Tersisa 7 Orang PPPK Tahap I yang Dibatalkan Pemkab Seluma Kelulusannya

Kategori :