2. Islam tidak memandang masa lalu seseorang, tapi melihat kesungguhan taubat dan keistiqamahannya di masa kini dan mendatang.
3. Kebencian dapat berubah menjadi cinta, bila hati disentuh oleh cahaya hidayah dari Allah.
4. Rasulullah SAW adalah sosok yang memaafkan, bukan pendendam. Ia tidak pernah mempermalukan Hindun atau menyebut masa lalunya, meski hatinya pernah terluka.
5. Allah Maha Pengampun dan mencintai orang-orang yang kembali kepada-Nya dengan hati yang bersih.
Jalan Pulang Selalu Terbuka
Kisah Hindun binti Utbah adalah cermin kemuliaan Islam dalam menerima siapa pun yang ingin berubah. Ia bukan sekadar sosok antagonis dalam sejarah Islam, tetapi teladan perubahan dan taubat yang menginspirasi. Dari seorang pembenci Islam, menjadi pendukungnya. Dari wanita pendendam, menjadi Muslimah sejati.
Seberat apa pun dosa kita, sekelam apa pun masa lalu kita, selalu ada jalan pulang ke hadapan Allah. Kuncinya adalah kejujuran dalam taubat, kesungguhan dalam iman, dan istiqamah dalam kebaikan. (djl)