Belajar dari Keteguhan Hati Sahabat dalam Menjaga Istiqamah Hijrah

Kamis 10-07-2025,11:18 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Hadits ini menunjukkan bahwa keimanan sejati tidak berhenti pada pengakuan, tetapi harus diikuti dengan konsistensi dalam amal.

BACA JUGA:Menata Hati untuk Hijrah Sejati: Jalan Menuju Perubahan yang Diberkahi

Istiqamah: Jalan yang Panjang dan Menantang

Hijrah adalah langkah awal, tapi istiqamah adalah perjalanan panjang. Banyak orang yang awalnya semangat dalam berhijrah, namun di tengah jalan goyah karena godaan dunia, tekanan sosial, atau kelelahan ruhani.

Para sahabat tidak hanya mengajarkan pentingnya berhijrah, tetapi juga bagaimana bertahan dalam ujian. Misalnya, Mus'ab bin Umair yang meninggalkan kemewahan Makkah dan akhirnya gugur sebagai syahid dalam keadaan hanya memiliki kain penutup tubuh seadanya. Kesetiaan Mus’ab dalam memperjuangkan agama hingga akhir hayat adalah bukti nyata dari istiqamah yang murni.

Buah dari Istiqamah: Kemenangan Dunia dan Akhirat

Allah SWT menjanjikan kemenangan bagi orang-orang yang istiqamah. Dalam Al-Qur’an disebutkan:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلَائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka istiqamah, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah dengan (memperoleh) surga..." (QS. Fussilat: 30)

Ayat ini menggambarkan bahwa istiqamah adalah tiket menuju ketenangan, perlindungan, dan kabar gembira dari Allah. Sebuah ganjaran luar biasa bagi mereka yang mampu bertahan dalam jalan kebenaran.

Meneladani Sahabat, Meniti Jalan Istiqamah

Para sahabat telah menunjukkan bahwa istiqamah bukan hal mustahil, meski sulit. Dengan ketulusan, kesabaran, dan cinta kepada Allah serta Rasul-Nya, mereka tetap teguh dalam Islam meski disiksa, diusir, dan diperangi.

Mereka tidak hanya meninggalkan kampung halaman, tetapi juga hawa nafsu, kebiasaan buruk, dan ambisi duniawi. Semua itu mereka ganti dengan semangat perjuangan, ibadah yang istiqamah, dan loyalitas kepada kebenaran.

Hijrah Tak Berarti Tanpa Istiqamah

Hijrah adalah awal yang baik, namun tanpa istiqamah, ia hanya menjadi episode singkat tanpa makna. Mari kita belajar dari para sahabat, bukan hanya untuk berani berhijrah, tetapi juga berani menjaga hijrah.

Dengan terus memperbaharui niat, mencari ilmu, menjaga lingkungan yang baik, serta memperbanyak doa, insyaAllah kita akan dimampukan oleh Allah untuk istiqamah, seperti sahabat-sahabat Rasulullah SAW.

Artinya: "Ya Allah, tetapkanlah hati kami di atas agama-Mu." (HR. Tirmidzi) (djl)

Kategori :