Cara Menjaga Hati agar Tetap Tulus
Menjaga hati agar tetap tulus dalam beribadah memerlukan usaha yang terus-menerus. Di antara cara-cara yang bisa dilakukan adalah:
1. Selalu mengingat keagungan dan pengawasan Allah SWT.
Dengan merasa bahwa Allah selalu melihat, seseorang akan terdorong untuk beramal semata-mata karena-Nya.
2. Menyembunyikan amal kebaikan.
Ibadah-ibadah sunnah yang bisa dilakukan secara tersembunyi sebaiknya tidak diumumkan, seperti qiyamullail atau sedekah diam-diam.
3. Berdoa agar diberi keikhlasan.
Nabi Muhammad Rasulullah SAW sering berdoa sebagaimana dijelaskan dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Ahmad yang mana berbunyi:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ شَيْئًا وَأَنَا أَعْلَمُ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لَا أَعْلَمُ
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari menyekutukan-Mu dengan sesuatu yang aku ketahui, dan aku memohon ampun atas apa yang tidak aku ketahui.” (HR. Ahmad)
4. Muhasabah dan introspeksi diri.
Setelah beribadah, tanyakan pada diri sendiri: “Apakah ini karena Allah atau karena ingin dipuji manusia?”
5. Menghindari hal-hal yang dapat memicu rasa ujub dan takabur.
Seperti terlalu sering memamerkan amal, membanggakan ibadah, atau merasa lebih baik dari orang lain.
BACA JUGA:Dzulqa’dah: Bulan untuk Meningkatkan Rasa Cinta kepada Nabi Muhammad SAW
Dari penjelasan di atas maka dapat kita simpulkan bahwa menjaga hati agar tetap tulus dalam beribadah adalah perjuangan yang tidak pernah berhenti. Ia adalah inti dari keberagamaan yang sejati. Tanpa ketulusan, amal bisa menjadi sia-sia. Allah hanya menerima amal yang dilakukan dengan ikhlas dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Oleh karena itu, marilah kita senantiasa memperbaiki niat, membersihkan hati, dan memohon kepada Allah agar setiap amal kita bernilai ibadah yang diterima oleh-Nya. Semoga Allah memberikan kita taufik dan hidayah untuk senantiasa menjaga hati dan mengikhlaskan segala amal kita hanya karena-Nya. (djl)