Dzulqa’dah: Menguatkan Ukhuwah dan Persaudaraan Sesama Muslim

Selasa 20-05-2025,11:18 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Dzulqa’dah adalah bulan ke-11 dalam kalender Hijriyah yang termasuk dalam deretan asyhurul hurum atau bulan-bulan suci. Bersama Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, bulan ini memiliki kemuliaan tersendiri dalam Islam. Dzulqa’dah secara harfiah berarti “bulan duduk” atau bulan peristirahatan, yang dahulu dijadikan momentum oleh bangsa Arab untuk menahan diri dari peperangan dan perpecahan. Dalam konteks kekinian, bulan ini menjadi momen yang sangat tepat untuk memperkuat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah—persaudaraan sesama Muslim—yang merupakan pondasi kokoh dalam membangun umat yang bersatu, damai, dan saling menguatkan.

Makna Ukhuwah dalam Islam

Ukhuwah Islamiyah bukan sekadar slogan atau basa-basi hubungan sosial. Ia merupakan tali keimanan yang menyatukan hati-hati kaum Muslimin berdasarkan aqidah tauhid. Ikatan ini bahkan lebih kuat dari hubungan darah, karena berakar dari keyakinan yang sama terhadap Allah SWT, Rasul-Nya, dan ajaran Islam.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Hujurat ayat 10 yang mana berbunyi:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. Karena itu damaikanlah antara kedua saudaramu (yang berselisih) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu mendapat rahmat.”
(QS. Al-Hujurat: 10)

Ayat ini menjadi dasar bahwa sesama Muslim wajib membangun rasa persaudaraan, saling memperbaiki, dan menjauhi perpecahan. Persaudaraan dalam Islam tidak terbatas pada aspek sosial, tetapi merupakan manifestasi dari keimanan.

BACA JUGA:Mengatasi Rasa Malas dalam Beribadah dengan Memperbaiki Niat

Dzulqa’dah: Momentum Menjaga Persatuan

Bulan Dzulqa’dah menjadi momen istimewa untuk merenungkan pentingnya menjaga dan memperkuat ukhuwah. Dalam sejarah Islam, Rasulullah SAW dan para sahabat menahan diri dari peperangan selama bulan ini dan lebih fokus pada dakwah, pembinaan umat, serta upaya damai. Ini mencerminkan betapa Islam menekankan perdamaian dan solidaritas.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang berbunyi: 

الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يُسْلِمُهُ، وَمَنْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ، كَانَ اللَّهُ فِي حَاجَتِهِ

Artinya: “Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak menzaliminya dan tidak membiarkannya (disakiti). Barang siapa memenuhi kebutuhan saudaranya, maka Allah akan memenuhi kebutuhannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadits ini menegaskan pentingnya kepedulian sosial dan tanggung jawab antarsesama Muslim. Persaudaraan bukan hanya dinyatakan lewat kata-kata, tetapi diwujudkan melalui aksi konkret—menolong, mendoakan, dan mendamaikan.

Kategori :