Dzikir: Menyejukkan Hati dan Membersihkan Rumah
Dzikir adalah ibadah yang ringan dilakukan, namun besar keutamaannya. Dengan dzikir, hati menjadi tenang dan rumah menjadi penuh keberkahan. Allah SWT berfirman:
"الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ"
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Dzikir bisa dilakukan bersama keluarga, seperti membaca tasbih, tahmid, takbir, istighfar, dan shalawat. Rasulullah SAW juga bersabda:
"مثل البيت الذي يُذكر الله فيه، والبيت الذي لا يُذكر الله فيه، مثل الحي والميت"
“Perumpamaan rumah yang di dalamnya disebut nama Allah dengan rumah yang tidak disebut nama Allah adalah seperti perumpamaan orang hidup dan orang mati.”
(HR. Muslim)
Dengan memperbanyak dzikir di rumah, kita menjadikan rumah kita ‘hidup’, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara spiritual.
Amalan Praktis Menghidupkan Rumah di Bulan Dzulqa’dah
-
Tilawah Bersama Keluarga
Jadwalkan waktu harian untuk membaca Al-Qur’an bersama. Setiap anggota keluarga bisa membaca beberapa ayat dan saling menyimak. Ini akan mempererat hubungan emosional dan spiritual. -
Majelis Dzikir Keluarga
Luangkan waktu untuk duduk bersama dalam majelis dzikir, walaupun hanya 15 menit. Bisa dengan membaca wirid pagi dan petang, atau berdzikir secara lisan sambil mengajarkan anak-anak menghafal lafaz-lafaz dzikir. -
Mengajarkan dan Menghafal Al-Qur’an
Orang tua bisa mengajarkan surat-surat pendek kepada anak-anak di rumah. Dengan begitu, rumah akan menjadi tempat tumbuhnya generasi pecinta Al-Qur’an. -
Memutar Murottal Al-Qur’an
Saat anggota keluarga beraktivitas, biasakan memutar lantunan murottal agar suasana rumah tetap dipenuhi dengan suara wahyu. -
Shalat Sunnah dan Qiyamul Lail di Rumah
Rasulullah menganjurkan agar sebagian shalat sunnah dikerjakan di rumah, agar rumah menjadi tempat ibadah. Qiyamul lail juga bisa dibiasakan, terutama di bulan haram seperti Dzulqa’dah.
BACA JUGA:Menghidupkan Sunnah Puasa Senin-Kamis di Bulan Dzulqa’dah
Dampak Positif bagi Rumah dan Penghuninya