4. Kesepakatan bebas antara suku-suku Arab untuk memilih berpihak kepada Muhammad atau Quraisy.
Secara lahiriah, perjanjian ini tampak merugikan kaum Muslimin, bahkan beberapa sahabat seperti Umar bin Khattab RA merasa keberatan. Namun, Rasulullah SAW melihat jauh ke depan dan menegaskan bahwa ini adalah kemenangan besar.
BACA JUGA:Menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad Rasulullah SAW di Bulan-Bulan Mulia
Dalil Al-Qur’an tentang Perjanjian Hudaibiyah
Peristiwa Hudaibiyah diabadikan dalam Al-Qur’an dalam Surah Al-Fath ayat 1 yang mana berbunyi:
إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُّبِينًا
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS. Al-Fath: 1)
Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “kemenangan yang nyata” adalah Perjanjian Hudaibiyah. Meskipun terlihat seperti kompromi, perjanjian itu memberi ruang dakwah yang lebih luas tanpa gangguan, hingga akhirnya banyak kabilah Arab yang masuk Islam, termasuk pembukaan kota Makkah dua tahun kemudian.
Sikap Nabi Muhammad SAW dalam Menyikapi Perjanjian
Rasulullah SAW mencontohkan sikap kepemimpinan luar biasa: sabar, bijaksana, dan memikirkan maslahat jangka panjang. Ketika pihak Quraisy bersikeras menghapus kata “Rasulullah” dari teks perjanjian, Rasulullah menerima demi terjalinnya damai, meski itu menyakitkan secara emosional.
Sebuah Hadits Shahih yang meriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang berbunyi:
عَنْ الْبَرَاءِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: كَتَبَ عَلِيٌّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ بَيْنَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَبَيْنَ الْمُشْرِكِينَ يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ: (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ). فَقَالُوا: مَا نَعْرِفُ الرَّحْمَنَ الرَّحِيمَ، وَلَكِنِ اكْتُبْ: بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: (اكْتُبْ بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ).
Artinya: Dari Al-Bara' RA berkata: Ali bin Abi Thalib menulis perjanjian antara Nabi SAW dan kaum musyrikin pada hari Hudaibiyah: “Bismillahirrahmanirrahim.” Maka mereka berkata: Kami tidak mengenal Ar-Rahman Ar-Rahim, tetapi tulislah: “Bismikallahumma.” Maka Nabi SAW berkata: “Tulislah: Bismikallahumma.” (HR. Bukhari)
Hal ini menunjukkan kelapangan dada dan sikap Rasulullah yang tidak terjebak dalam simbolisme, tetapi lebih fokus pada tujuan akhir: menyebarkan Islam dan menjaga perdamaian.
BACA JUGA:Doa-Doa Pilihan untuk Diamalkan di Bulan Dzulqa’dah
Pelajaran dan Hikmah dari Perjanjian Hudaibiyah