Menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad Rasulullah SAW di Bulan-Bulan Mulia

Minggu 04-05-2025,15:00 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Termasuk Puasa Sunnah lainnya seperti Puasa Ayyamul Bidh (tanggal 13, 14, 15 bulan hijriyah), puasa Senin-Kamis, dan Puasa Arafah (9 Dzulhijjah bagi yang tidak berhaji).

2. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar

Pada bulan-bulan haram, sangat dianjurkan memperbanyak dzikir, istighfar, dan mendekatkan diri kepada Allah. Dzikir adalah senjata orang mukmin yang dapat menghidupkan hati.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Ahzab ayat 41 - 42 yang mana berbunyi: 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اذْكُرُوا اللَّهَ ذِكْرًا كَثِيرًا، وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Berdzikirlah (dengan menyebut) Allah, dengan dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya pada waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab: 41–42)

BACA JUGA:Menghidupkan Malam di Bulan Dzulqa’dah: Tradisi Ulama Salaf

3. Menjaga Lisan dan Menjauhi Dosa

Di bulan-bulan haram, larangan berbuat dosa diperberat. Oleh karena itu, seorang Muslim hendaknya menjaga lisan, tidak menggunjing, mencela, apalagi memfitnah.

Ibnu Abbas RA berkata dalam potongan Surat At-Taubah ayat 36 yang berbunyi: 

فَلا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ

Artinya: “Maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam bulan-bulan itu.” (QS. At-Taubah: 36 – bagian ayat)

Artinya, menjauhi segala bentuk maksiat, baik zahir maupun batin, sangat ditekankan.

4. Menghidupkan Amal Sosial

Nabi Muhammad Rasulullah SAW mencontohkan hidup yang penuh dengan kepedulian terhadap sesama. Di bulan-bulan mulia, perbanyaklah sedekah, menolong fakir miskin, menyantuni anak yatim, dan mempererat tali silaturahmi.

Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Thabrani yang berbunyi: 

Kategori :