Hadits ini menunjukkan bahwa orang yang sungguh-sungguh ingin memperbaiki diri setelah Ramadhan akan melanjutkan kebiasaan baik, salah satunya dengan puasa Syawal, bukan kembali kepada kebiasaan lama yang buruk.
Menjaga Konsistensi Amal setelah Ramadhan
Salah satu ujian besar setelah Ramadhan adalah menjaga konsistensi amal. Seringkali seseorang rajin shalat malam, membaca Al-Qur'an, sedekah, dan berbuat baik selama Ramadhan, namun semuanya hilang saat memasuki Syawal.
Padahal Nabi Muhammad Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari dan Muslim yang mana berbunyi:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya: "Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling terus-menerus meskipun sedikit." (HR. Bukhari dan Muslim)
Konsistensi inilah yang menjadi kunci perbaikan diri. Bulan Syawal adalah waktu untuk membuktikan bahwa kita tidak hanya menjadi hamba Allah di bulan Ramadhan saja, melainkan sepanjang waktu.
Momentum Hijrah Menuju Kebaikan
Perbaikan diri juga berarti melakukan hijrah—pindah dari keburukan menuju kebaikan. Jika di bulan Ramadhan kita berhasil meninggalkan maksiat dan menjaga lisan, maka di bulan Syawal kita harus terus melanjutkannya.
Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Bukhari yang berbunyi:
وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ
Artinya: "Orang yang berhijrah adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (HR. Bukhari, no. 10)
Hadits ini menekankan bahwa hakikat hijrah adalah meninggalkan dosa dan kesalahan. Maka, bulan Syawal adalah saat yang tepat untuk menetapkan niat dan tekad memperbaiki diri, serta menjauhkan diri dari hal-hal yang merusak iman dan akhlak.
BACA JUGA:Meninggalkan Kepedulian Sosial Terhadap Sesama
Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Bulan Syawal bukanlah bulan hura-hura dan kembali kepada kemaksiatan setelah “libur” di bulan Ramadhan. Justru sebaliknya, Syawal adalah bulan pembuktian—apakah ibadah kita selama Ramadhan benar-benar membekas dalam hati dan perbuatan kita.