Menjaga Kualitas Iman di Bulan Syawal

Minggu 06-04-2025,11:30 WIB
Reporter : juliirawan
Editor : juliirawan

Hadits ini menunjukkan keutamaan luar biasa bagi mereka yang ingin mempertahankan semangat puasa dan mendekatkan diri kepada Allah di bulan Syawal.

Kedua: Menjaga Konsistensi Shalat Berjamaah dan Tahajud

Ramadhan sering menjadi momen kebangkitan ibadah malam, seperti tarawih dan tahajud. Di bulan Syawal, kita bisa menggantinya dengan Shalat Tahajud secara rutin walau hanya dua rakaat, serta tetap menjaga Shalat berjamaah di Masjid.

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى الْخَاشِعِينَ

Artinya: “Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk.” (QS. Al-Baqarah: 45)

Shalat menjadi penguat ruhani yang menjaga hati dari kembali pada kemaksiatan dan kelalaian.

Ketiga: meningkatkan Kualitas Tilawah dan Tadabbur Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah petunjuk utama dalam kehidupan. Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an, dan di bulan Syawal kita dituntut untuk terus menjaga interaksi dengannya. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur'an Surat Al-Isro ayat 9 berbunyi: 

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْآنَ يَهْدِي لِلَّتِي هِيَ أَقْوَمُ

Artinya: “Sesungguhnya Al-Qur'an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus.” (QS. Al-Isra’: 9)

Membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an adalah cara terbaik menjaga kualitas iman secara terus-menerus.

Keempat: Menjaga Lingkungan dan Pergaulan yang Positif

Lingkungan sangat berpengaruh terhadap keimanan. Bila di bulan Ramadhan kita terbiasa berada di lingkungan masjid, pengajian, atau komunitas ibadah, maka di bulan Syawal dan seterusnya kita harus tetap mempertahankan lingkungan yang mendukung spiritualitas kita.

Rasulullah SAW bersabda dalam sebuah Hadits yang diriwayatkan oleh Hadits Abu Dawud dan Tirmidzi yang berbunyi: 

الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

Artinya: “Seseorang akan mengikuti agama teman dekatnya. Maka hendaklah kalian melihat siapa yang dijadikan teman.” (HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Kategori :