1.000 Orang Suriah Tewas Akibat Bentrok! Pasukan Pro Pemerintah Vs Pendukung Mantan Presiden

Senin 10-03-2025,10:39 WIB
Reporter : Jeffri Ginting
Editor : Jeffri Ginting

 

BACA JUGA:Utang Capai 43,7 M akan Diaudit, DPRD Seluma Siap Bahas Utang

"Harus ada investigasi yang cepat, transparan, dan tidak memihak terhadap semua pembunuhan dan pelanggaran lainnya, dan mereka yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban, sesuai dengan norma dan standar hukum internasional. Kelompok yang meneror warga sipil juga harus dimintai pertanggungjawaban," kata Turk.

 

Sementara itu, Sekjen Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut bentrokan itu sangat memprihatinkan. Dia mengatakan bahwa bentrokan itu berdampak langsung pada kesehatan masyarakat, karena fasilitas kesehatan dan ambulans telah rusak.

 

"WHO tengah berupaya untuk mengirimkan obat-obatan darurat dan perlengkapan trauma untuk perawatan segera bagi yang terluka," kata Tedros Adhanom Ghebreyesus di X.

 

"WHO mendesak semua pihak untuk menghormati dan menjaga layanan kesehatan guna memastikan bantuan medis sampai ke mereka yang paling membutuhkannya. Perdamaian adalah obat terbaik," katanya.

 

Diketahui, lebih dari 1.000 orang dilaporkan tewas di pesisir Suriah dalam bentrokan terburuk sejak penggulingan rezim Bashar al-Assad. Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa menyerukan persatuan dan perdamaian nasional.

 

"Kita harus menjaga persatuan nasional (dan) perdamaian sipil sebisa mungkin dan, Insyaallah, kita akan dapat hidup bersama di negara ini," kata Sharaa dari sebuah masjid di Damaskus seperti dilansir AFP.

 

Berdasarkan laporan lembaga Pemantau perang Syrian Observatory for Human Rights, sebanyak 745 warga sipil tewas di provinsi Latakia dan Tartus.

 

Kategori :