BENGKULU - Resesi ekonomi global pada tahun 2023 mendatang kemungkinan akan menjadi kenyataan. Beberapa indikasi mengarah pada terjadinya resesi ekonomi global. Setelah pandemi Covid-19 mereda, perang Rusia-Ukraina ditengarai yang mengakibatkan sektor ekonomi terdampak serius dan melemah. Serta terjadi adanya lonjakan angka inflasi. Dalam hal ini, jika Bengkulu tidak ingin berdampak terhadap resesi yang berpotensi terjadi tahun 2023 mendatang, harus mengupayakan berbagai, utamanya menjaga sektor ketahanan pangan serta menjaga agar inflasi terkendali. Hal ini sebagaimana dikatakan Kepala Kantor Wilayah DJPb Provinsi Bengkulu, M. Syarwan. "Pemerintah harus benar-benar siap, misalnya terkait dengan ketahanan pangan, itu harus digiatkan terus. Sehingga jika memang resesi ekonomi benar-benar terjadi kita sudah siap," ungkap Syarwan, Rabu (23/11). Ketahanan pangan ini dapat dilakukan pemerintah daerah dengan mengencarkan program bertanam komoditas pangan terutama komoditas penyumbang inflasi seperti cabai, bawang, sampai tanaman pangan pengganti padi. "Masyarakat bisa menanam kebutuhan pangannya sendiri seperti cabai, tomat dan lainnya. Selain untuk menjaga ketahanan pangan, juga berdampak positif terhadap perkembangan inflasi," sampai Syarwan. Ia menambahkan, angka inflasi menjadi pertimbangan penting yang harus diperhatikan pemerintah selain ketahanan pangan. Apalagi saat ini angka inflasi di wilayah eropa sudah meningkat drastis dan wilayah Asia dan Indonesia yang masuk didalamnya dituntuk untuk dapat menstabilkan angka inflasi agar tidak terdampak akan potensi resesi tahun 2023. "Angka inflasi daerah juga harus dijaga jangan sampai mengalami kenaikan yang drastis," tutur Syarwan. Inflasi ini dapat ditekan jika sudah mengalami kenaikan dan berada pada ambang batas yang tinggi, salah satunya yang dapat dialkukan untuk menekannya melaui dana Belanja Tidak Terduga (BTT). Juga dapat mengoptimalkan penganggaran pada APBD tahun 2023. "Dengan adanya APBN 2023 tentunya dapat menjaga stabilisasi keuangan melaui program-program yang buat oleh kementerian/lembaga dan mencegah kenaikan inflasi," demikian Syarwan.(Ken)
Pemda Harus Siap Hadapi Resesi di 2023
Kamis 24-11-2022,09:59 WIB
Reporter : admin5131radarseluma1
Editor : admin5131radarseluma1
Kategori :
Terkait
Rabu 08-04-2026,09:00 WIB
Komisi DPRD Seluma Bahas LKPD Tahun 2025
Senin 19-01-2026,06:30 WIB
Pemkab Seluma Siapkan Rp 250 Juta, Tangani Jalan Putus Akses ke Pasar Sembayat
Kamis 06-11-2025,08:28 WIB
Pemda BS akan Gelar Mutasi Eselon II, Tunggu Izin Mendagri
Jumat 18-07-2025,09:03 WIB
Bimtek FCP dan PSPIP, Memahami Semua Ilmu Disampaikan
Terpopuler
Senin 24-08-2026,09:39 WIB
Kijang Innova Reborn, Salah Satu Mobil Paling Laris di Indonesia dengan Desain Modern dan Irit Bahan Bakar
Senin 24-08-2026,10:01 WIB
Toyota Fortuner Sport 2025 Ternyata Lebih Keren dan Canggih, Tampil Lebih Gagah dari Model Saat Ini!
Senin 24-08-2026,09:28 WIB
Toyota Fortuner Sport, SUV Mewah dan Canggih yang Memikat Pecinta Otomotif Indonesia
Senin 24-08-2026,09:52 WIB
Toyota Fortuner 2026 Telah Muncul, Dikabarkan Mengusung Mesin Diesel 3.0 Liter Baru yang Lebih Bertenaga
Senin 24-08-2026,19:41 WIB
Mengenal Kol Kredit Bank: Apa Arti Kol 1 hingga Kol 5 dan Dampaknya bagi Debitur
Terkini
Senin 24-08-2026,19:47 WIB
Cara Membersihkan Nama dari Kol 5, Begini Langkah yang Benar
Senin 24-08-2026,19:41 WIB
Mengenal Kol Kredit Bank: Apa Arti Kol 1 hingga Kol 5 dan Dampaknya bagi Debitur
Senin 24-08-2026,19:35 WIB
Cara Melaporkan Dugaan Mafia Tanah, Ini Jalur dan Bukti yang Perlu Disiapkan
Senin 24-08-2026,19:33 WIB
Tanah Sengketa Bisa Diterbitkan Sertipikat? Ini Penjelasan dan Mekanismenya
Senin 24-08-2026,19:30 WIB