SELUMA - dalam Rangka Hari Guru Nasional dan HUT PGRI ke 77 dan HUT Radar Seluma ke 10, Radar Seluma bersama PGRI Kabupaten Seluma akan menggelar jalan santai dengan menyediakan satu unit sepeda motor kepada pemenang melalui undian kupon berhadiah. Selain satu unit sepeda motor banyak hadiah lainnya seperti TV,Kipas Angin, serta hadiah menarik lainnya. Ketua PGRI Seluma, Umardin S.Pd melalui Bendahara PGRI Ngatijo S. mengatakan, kegiatan jalan santai yang akan digelar pada bulan November mendatang akan dibuat semeriah mungkin,salah satunya hadiah utama disiapkan dari PGRI Seluma berupa satu unit sepeda motor. " Nanti akan ada kegiatan sosial, jalan santai, serta penampilan Seni dari adat. Untuk jalan santai kita sudah siapkan satu unit sepeda motor.kalau hadiah lainnya banyak sekali dan pasti menarik , HUT PGRI di Kabupaten Seluma menjadi meriah" ungkap Ngatijo. Dilanjutkannya, Hari Guru Nasional diperingati setiap tanggal 25 November setiap tahunnya, sama dengan hari ulang tahun atau HUT Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) ada sejarah panjang mengapa Hari Hari Guru Nasional akhirnya diperingati pada 25 November bersamaan dengan HUT PGRI. Saat itu, PGRI bermula dari organisasi perjuangan para guru pribumi yang berdiri pada tahun 1912 dengan nama Persatuan Guru Hindia Belanda (PGHB). Organisasi PGHB beranggotakan Guru Bantu, Guru Desa, Kepala Sekolah, dan Pemilik Sekolah dengan latar pendidikan yang berbeda-beda. Para guru tersebut umumnya bertugas di Sekolah Desa dan Sekolah Rakyat Angka Dua dengan bahasa pengantar bahasa daerah ditambah bahasa Melayu yang saat itu masih banyak digunakan oleh warga pribumi. Selain PGHB, berkembang pula organisasi guru baru, seperti Persatuan Guru Bantu (PGB), Perserikatan Guru Desa (PGD), Persatuan Guru Ambachtsschool (PGAS), Perserikatan Normaalschool (PNS), Hogere Kweekschool Bond (HKSB). Ada juga organisasi guru bercorak keagamaan, kebangsaan atau lainnya seperti Christelijke Onderwijs Vereneging (COV), Katolieke Onderwijsbond (KOB), Vereneging Van Muloleerkrachten (VVM), dan Nederlands Indische Onderwijs Genootschap (NIOG). Kemudian pada tahun 1932, ke-32 organisasi Kemudian pada tahun 1932, ke-32 organisasi guru yang berbeda-beda latar belakang, paham, dan golongan tersebut sepakat bersatu dan mengubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Pemerintah kolonial Belanda yang saat itu tengah berkuasa tidak senang dengan pengubahan nama tersebut. Namun PGI masih bisa bertahan hingga pada masa pendudukan Jepang, PGI tidak lagi dapat beraktivitas karena segala organisasi dilarang dan sekolah ditutup. Baru pada masa setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada tanggal 23-25 November 1945 berhasil diselenggarakan Kongres Guru Indonesia pertama di Kota Surakarta. Melalui Kongres Guru Indonesia tersebut, segala perbedaan antara organisasi guru dihapuskan. yang berbeda-beda latar belakang, paham, dan golongan tersebut sepakat bersatu dan mengubah nama menjadi Persatuan Guru Indonesia (PGI). Pemerintah kolonial Belanda yang saat itu tengah berkuasa tidak senang dengan pengubahan nama tersebut. Namun PGI masih bisa bertahan hingga pada masa pendudukan Jepang, PGI tidak lagi dapat beraktivitas karena segala organisasi dilarang dan sekolah ditutup. Baru pada masa setelah Proklamasi Kemerdekaan, pada tanggal 23-25 November 1945 berhasil diselenggarakan Kongres Guru Indonesia pertama di Kota Surakarta. Melalui Kongres Guru Indonesia tersebut, segala perbedaan antara organisasi guru dihapuskan. Pada Kongres itu, semua guru Indonesia menyatakan dirinya bersatu dalam satu wadah, yakni Persatuan Guru Republik Indonesia atau PGRI yang kemudian dikenal sampai sekarang. Mulai saat itu kemudian 25 November jadi hari ulang tahun atau HUT PGRI. Setahun kemudian, dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No.78 Tahun 1994, 25 November juga diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Demikianlah sejarah singkat Hari Guru Nasional yang diperingati setiap tanggal 25 November berbarengan dengan HUT PGRI.(ndo
PGRI-Radar Seluma Gelar Jalan Santai Berhadiah Motor
Selasa 27-09-2022,15:50 WIB
Reporter : admin5131radarseluma
Editor : admin5131radarseluma
Kategori :
Terkait
Jumat 29-05-2026,12:00 WIB
Kurban 8 Hewan, Polres Seluma Salurkan Ratusan Paket Daging
Rabu 27-05-2026,09:00 WIB
Pemkab Seluma akan Sidak PKS di Seluma, Harga Sawit Masih Anjlok
Jumat 22-05-2026,10:01 WIB
Sudah Inkrah, BB Kasus 17 Perkara Dimusnahkan Kejari Seluma
Senin 18-05-2026,13:32 WIB
Empat Los Pedagang Kuliner yang Nyaris Ambruk, Belum Diserahkan ke Disperindagkop
Selasa 12-05-2026,19:38 WIB
Tegur Perempuan Panen Brondolan, Malah Guru Ngaji Ini Dituding Lakukan Pelecehan
Terpopuler
Minggu 31-05-2026,08:00 WIB
Pemkab Seluma Gelar Safari Dakwah Bersama Habib Ahmad Al Habsyi
Minggu 31-05-2026,11:15 WIB
Konsekuensi Membeli Tanah Tanpa Sertifikat atau Bukti Hak Milik, Wajib Dipahami Sebelum Transaksi
Minggu 31-05-2026,18:46 WIB
Rumah Warga Penago Baru Seluma Nyaris Ludes Dilalap Si Jago Merah, Diduga Arus Pendek
Minggu 31-05-2026,07:20 WIB
Pelatihan Vokasi Batch 2, Kemnaker Buka Pendaftaran untuk 24 Kejuruan
Minggu 31-05-2026,11:23 WIB
BGN Ancam Suspend Dapur MBG yang Tidak Layani Minimal 300 Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita
Terkini
Senin 01-06-2026,07:03 WIB
Pemerintah Putuskan Implementasi Ekspor Sawit dan Batu Bara Bertahap
Minggu 31-05-2026,19:00 WIB
Keributan di Talang Perapat, Polisi Amankan Tiga Remaja dan Fasilitasi Mediasi
Minggu 31-05-2026,18:46 WIB
Rumah Warga Penago Baru Seluma Nyaris Ludes Dilalap Si Jago Merah, Diduga Arus Pendek
Minggu 31-05-2026,11:23 WIB
BGN Ancam Suspend Dapur MBG yang Tidak Layani Minimal 300 Ibu Hamil, Menyusui, dan Balita
Minggu 31-05-2026,11:15 WIB