BENGKULU SELATAN - Dampak kasus wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang terjadi pada hewan ternak di Kabupaten BS semakin meluas. Berdampak dengan program pemerintah yaitu asuransi hewan ternak yang ada di setiap kabupaten/kota di Indonesia. Bahkan, untuk Kabupaten BS sendiri, sejak beberapa hari terakhir, Pemkab BS sementara telah mengentikan program asuransi hewan ternak. Pelaksana tugas (Plt) Kadis Pertanian BS Edi Siswanto, S.Pt melalui Sekretaris Binagransya, SP, MM menuturkan, bahwa untuk di Kabupaten BS sendiri saat ini ada sebanyak 400 ekor lebih hewan yang terindikasi PMK. Sejauh ini, pihaknya terus berupaya untuk melakukan penanganan dan penanggulangan wabah PMK. Namun, lantaran wabah tersebut, berdampak dengan pemberhentian sementara asuransi hewan ternak. Sebab, untuk diketahui PMK ini membuat ternak sakit dan sedikit pula yang mati. "Ya, PT. Jasindo selaku pemegang jasa asuransi hewan ternak untuk sementara waktu mengentikan program asuransi hewan. Hal ini tidak lain akibat PMK sedang merebak dimana-mana. Ini ditakutkan beban asuransi lebih besar,"ungkap Binagransa. Sementara itu, Kabid Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian BS Yasirli, S.Pt menuturkan wabah PMK meluas ini lantaran para peternak yang ada di Kabupaten BS kurang mensterilisasi kandang ternak secara menyeluruh. Bahkan, masyarakat mencampurkan hewan yang sudah terjangkit PMK dengan hewan ternak yang masih sehat. Inilah salah satu yang menyebabkan penyebaran wabah PMK ini semakin cepat dan meluas. "Virus PMK menyebabkan ternak tidak bisa makan dan minum. Jadi wajar saja kalau ada ternak yang sampai mati. Namun, kami berharap semua ternak yang terjangkit ini bisa segera sembuh. Serta wabah PMK ini biasa segera dihentikan,"demikian Yasirli.(yes)
Asuransi Ternak di BS Distop Jasindo
Sabtu 16-07-2022,08:45 WIB
Editor : admin5131radarseluma1
Kategori :