Oleh Ermina Eka Putri, S.Pd Calon Guru Penggerak Angkatan 4 SMPN 35 Seluma SMP NEGERI 35 SELUMA - Pendidikan merupakan sebuah proses pembelajaran yang berhubungan dengan upaya pemenuhan kebutuhan terhadap ilmu pengetahuan, pembentukan karakter, serta upaya pengembangan potensi bagi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta bertanggung jawab. Sedangkan menurut Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan suatu proses pembudayaan sebagai usaha dalam memberikan nilai-nilai luhur kemanusiaan. Adapun pembudayaan dan penanaman nilai – nilai luhur tersebut berawal dari pengenalan karakter pada siswa, mencermati minat, bakat, dan keinginan siswa sehingga guru bukan hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidiklah yang utama. Hal ini berarti bahwa guru harus memberikan keteladanan dan contoh agar muncul karakter siswa yang manusiawi. Dalam upaya memberikan teladan kepada siswa, seorang guru harus mampu menjadi penuntun bagi setiap anak untuk mengembangkan karakternya sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman. Seorang guru tidak memiliki hak untuk menekan, memaksa, dan menempatkan posisi anak pada situasi yang membuat mereka tidak nyaman karena sejatinya pendidikan yang dimaksud adalah agar anak dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dengan kata lain, seorang guru seharusnya mampu menanamkan budaya positif di lingkungan sekolah agar peserta didik dapat belajar secara merdeka sehingga Profil Pelajar Pancasila dapat terwujud. Adapun disiplin positif atau budaya positif merupakan situasi yang dapat memberikan suasana lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga seluruh warga sekolah dapat menjalankan aktifitas apapun akan mengarah pada perbuatan yang positif yang sesuai dengan Filosofi Pelajar Pancasila. Pembiasaan budaya positif bagi seluruh warga di sekolah akan menciptakan budaya positif diluar sekolah.. Selain itu, kondisi positif tersebut diharapkan dapat menjadi tempat yang menyenangkan bagi murid untuk mengembangkan potensi dan minatnya dalam mencapai kodratnya sebagai manusia dalam masyarakat. Menumbuhkan disiplin positif di sekolah dapat diawali dengan pembuatan keyakinan kelas. Murid akan lebih tergerak dan bersemangat menjalankan keyakinannya daripada hanya sekedar mengikuti serangkaian peraturan.. Nilai kebajikan yang terkandung dalam keyakinan kelas akan melahirkan lingkungan yang positif. Contohnya kedisiplinan baik disiplin waktu maupun disiplin dalam proses pembelajaran, sikap saling menghargai dan menghormati, serta bertanggung jawab. Dalam penerapannya, seorang guru harus mampu menumbuhkannya terlebih dahulu pada dirinya agar muridnya dapat meneladani serta menjalankan keyakinan yang telah disepakati. Dengan terbiasanya penerapan keyakinan kelas, nilai kebajikanpun akan menular pada seluruh lingkungan sekolah.\"Ungkapnya.(apr)
Menumbuhkan Disiplin Positif Sekolah
Jumat 28-01-2022,08:58 WIB
Reporter : Radar seluma
Editor : Radar seluma
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Minggu 19-07-2026,23:02 WIB
Fitur Reset PIN ATM pada Mobile Banking Bank IBK Indonesia Diluncurkan
Senin 20-07-2026,12:59 WIB
Primaya Hospital Bekasi Timur Sacral Neuromodulation, Terobosan Baru Bedah Saraf Indonesia
Minggu 19-07-2026,23:09 WIB
PWI Pusat Desak Hotman Paris Minta Maaf kepada Wartawan, Tegaskan Martabat Pers Harus Dijunjung Tinggi
Senin 20-07-2026,13:40 WIB
Kisah Purnabakti FIF Usai Berkarya, FIFpreneur 2026 : Bangun Usaha Indekos
Terkini
Senin 20-07-2026,13:40 WIB
Kisah Purnabakti FIF Usai Berkarya, FIFpreneur 2026 : Bangun Usaha Indekos
Senin 20-07-2026,12:59 WIB
Primaya Hospital Bekasi Timur Sacral Neuromodulation, Terobosan Baru Bedah Saraf Indonesia
Senin 20-07-2026,12:41 WIB
Tingkatkan Kesejahteraan 86 Ribu Pekerja Pelabuhan, Inkop TKBM Lakukan Digitalisasi
Minggu 19-07-2026,23:09 WIB