BENGKULU - Kapolda Bengkulu Irjen Pol Teguh Sarwono melalui Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kombes Pol Dolifar Manurung mengatakan, Penyidik Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Bengkulu menargetkan pemberkasan tahap I terhadap kasus dugaan suap dana KONI Provinsi Bengkulu dapat dituntaskan dalam waktu dekat sehingga bisa dilimpahkan ke jaksa. Dolifar menjelaskan, pemeriksaan terhadap Mufron Imron sebagai tersangka masih sekitar aliran dana yang dipakai pribadi. Namun disinggung apa hasil keterangan Mufron, Dolifar enggan membeberkannya. \"Nanti kita lihat di persidangan,\" ucap Dolifar. Sementara itu Penasehat Hukum Mufron Imron, Hanafi Pranawijaya mengatakan, dalam pemeriksaan tadi kliennya bersikap kooperatif. Mufron juga tak menampik beberapa pertanyaan penyidik yang masih fokus ke soal aliran dana. Namun soal materi pertanyaan dan jawaban, Hanafi enggan membeberkan lebih dalam. \"Ada 15 pertanyaan. Masih menyambung pemeriksaan sebelumnya tentang aliran dananya. Yang jelas pak Mufron kooperatif. Tidak ada bantahan. Memang ada aliran dana yang dipakai pribadi. Ia tak menyebut keterlibatan pihak lain. Tapi nanti kita lihat di persidangan,\" katanya. Hanafi mengatakan, sejumlah aset Mufron juga belum disinggung terlalu jauh dalam pemeriksaan. Namun ia memastikan sejumlah aset yang disebut-sebut seperti rumah pribadi di Kota Bengkulu merupakan aset yang sudah dimiliki Mufron sebelum perkara korupsi KONI ini membelit. Seperti diketahui, kerugian negara dalam perkara ini, berdasarkan hasil perhitungan BPKP Bengkulu, mencapai Rp 11,1 milyar. Kepada RRI beberapa waktu lalu, Kepala BPKP Bengkulu Iskandar Novianto menjelaskan, dalam hasil auditnya BPKP sudah mengelompokkan anggaran yang bisa diterima pertanggungjawabannya dan mana yang tidak alias harus dipertanggungjawabkan. Ia menyebut, dari anggaran hibah Rp 15,014 milyar, uang yang dapat diterima keterangan atau laporannya hanya sekitar Rp 3,8 milyar. Sisanya harus dikembalikan. \"11 milyar lebih itu harus dipertanggungjawabkan,\" tegasnya.(ken)
Aset Mufran Imron Diincar Polisi
Rabu 19-05-2021,03:47 WIB
Reporter : Radar seluma
Editor : Radar seluma
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Kamis 23-04-2026,11:57 WIB
Fitur Sertifikat Pengurangan Emisi untuk Nasabah Retail di Livin’ Planet Kini Dirilis
Kamis 23-04-2026,11:04 WIB
“Kiamat: Hari Tanpa Pertolongan, Saat Amal Menjadi Satu-Satunya Penyelamat”
Kamis 23-04-2026,15:15 WIB
Persiapan Menghadapi Hari Akhir: Bekal Iman dan Amal untuk Kehidupan yang Kekal
Jumat 24-04-2026,07:51 WIB
Perluasan Jaminan Sosial Harus Menjangkau Pekerja Informal
Jumat 24-04-2026,08:00 WIB
BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan Pemerintah Daerah Terkait Ketahanan Pangan ke DPD RI
Terkini
Jumat 24-04-2026,10:03 WIB
Mantan Karyawan PT SIL jadi Pengedar Narkoba Segera Diadili
Jumat 24-04-2026,09:11 WIB
Baru Dua Terdakwa Kasus Pungli PPG Kemenag Seluma Diadili, Pasal Alternatif
Jumat 24-04-2026,08:00 WIB
BPK Serahkan Hasil Pemeriksaan Pemerintah Daerah Terkait Ketahanan Pangan ke DPD RI
Jumat 24-04-2026,07:51 WIB
Perluasan Jaminan Sosial Harus Menjangkau Pekerja Informal
Kamis 23-04-2026,15:15 WIB