HANTARU 2026, Ossy Dermawan Dorong Transformasi ATR/BPN Berbasis Budaya Kerja
HANTARU 2026, Ossy Dermawan Dorong Transformasi ATR/BPN Berbasis Budaya Kerja--
JAKARTA – Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) terus mendorong transformasi layanan pertanahan untuk memberikan kepastian yang lebih baik kepada masyarakat.
Momentum Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) 2026 menjadi kesempatan bagi jajaran ATR/BPN untuk memperkuat komitmen tersebut. Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Ossy Dermawan, mengajak seluruh jajaran bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Ramah Tamah HANTARU 2026 di Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Kamis (24/9/2026). Tahun ini, HANTARU mengusung tema “Transformasi, Melayani Lebih Pasti.”
BACA JUGA:HANTARU 2026, ATR/BPN Perluas Layanan Pertanahan
BACA JUGA: 43 Peserta Seleksi JPT Seluma Bersiap ke Tahap Pembuatan Makalah
Ossy menegaskan, transformasi di lingkungan ATR/BPN tidak semata-mata berkaitan dengan perubahan sistem maupun pemanfaatan teknologi. Menurutnya, perubahan juga harus menyentuh budaya kerja seluruh jajaran.
“Ini pula momentum kita untuk membuktikan bahwa transformasi ATR/BPN bukan hanya perubahan sistem dan teknologi, tetapi transformasi yang sejujurnya adalah perubahan dari sisi budaya kerja kita dalam menyokong masyarakat,” ujar Ossy.
Ia mengatakan, perubahan tersebut harus mampu menghadirkan pelayanan yang lebih pasti, sederhana dan terbuka. Pelayanan juga diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan kelengkapan berkas, tetapi benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
“Dari yang tidak pasti menjadi lebih pasti, dari yang rumit mudah-mudahan bisa menjadi sederhana, dari yang tertutup menjadi terbuka, dan dari yang sekadar memastikan berkas menjadi benar-benar memberikan pelayanan sepenuh hati kepada masyarakat,” katanya.
Transformasi pelayanan ATR/BPN telah dilakukan secara bertahap dalam dua tahun terakhir melalui sejumlah program. Di antaranya Pengukuran Terjadwal, Peralihan Hak, transformasi Organisasi Berbasis Wilayah, serta digitalisasi layanan pertanahan.
Berbagai langkah tersebut diarahkan untuk membuat proses pelayanan semakin jelas sekaligus memberikan kepastian yang dibutuhkan masyarakat.
Dengan transformasi tersebut, manfaat perubahan diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Kemudahan memperoleh layanan, kepastian atas tanah, proses yang transparan, serta pelayanan yang dilakukan secara sungguh-sungguh menjadi bagian dari ukuran keberhasilan transformasi ATR/BPN.
Sumber: