Dampak Banjir di Seluma, Ratusan Hektare Lahan Pertanian Seluma

  Dampak Banjir di Seluma, Ratusan Hektare Lahan Pertanian  Seluma

Benih yang baru ditanam petani hanyut--

 

 Seluma, Radarseluma.disway.id - Banjir yang merendam 862 rumah di 21 desa pada 9 kecamatan di Kabupaten Seluma tidak hanya berdampak pada permukiman warga. Akan tetapi juga memukul sektor pertanian. Bencana yang terjadi sejak Minggu, 5 April hingga Senin, 6 April 2026 itu menyebabkan ratusan hektare lahan pertanian rusak dan gagal tanam.

 

BACA JUGA: Perintah Gubernur, PUPR Bengkulu Cek Jembatan Air Matan Rp 16 yang patah di Seluma

BACA JUGA:DLH Seluma Turun ke PT OSL, Ini Yang Ditemukan Pihak DLH

Selain merusak infrastruktur seperti jembatan dan jaringan irigasi, banjir juga menghanyutkan tanaman pangan dan hortikultura milik warga. Komoditas seperti padi, jagung, cabai hingga melon dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat terendam air dan derasnya arus banjir.

 

Salah satu wilayah terdampak cukup serius berada di Desa Tanjung Seru dan sekitarnya. Ratusan hektare sawah dilaporkan rusak total. Benih padi yang baru berumur sekitar dua minggu hanyut terbawa banjir, sehingga petani terpaksa menunda masa tanam. Kerusakan diperparah dengan jebolnya saluran irigasi sepanjang kurang lebih 100 meter. Kondisi ini membuat sistem pengairan terganggu dan memperlambat proses pemulihan lahan.

 

"Untuk sementara ini kami belum bisa melanjutkan tanam padi, karena sawah sudah rusak semua. Di Desa Tanjung Seru sekitar 70 hektare, Desa Tanjungan sekitar 30 hektare dan Desa Sengkuang sekitar 70 hektare terdampak," kata Supardi (60) seorang petani padi asal Desa Tanjungan.

 

Dampak banjir juga dirasakan petani hortikultura. Tanaman cabai yang menjadi komoditas unggulan warga ikut rusak, bahkan sebagian besar gagal panen.

 

Hal itu dialami Tatang (44) warga Desa Durian Bubur, Kecamatan Talo yang membuka lahan cabai di Desa Lubuk Gio. Tanaman cabainya yang baru berumur 40 hari setelah tanam rusak total diterjang banjir. Dirinya juga mengaku telah mengeluarkan modal besar untuk usaha tersebut. Mulai dari pengolahan lahan dan pembelian benih unggul hingga biaya perawatan.

Sumber: