Sepuluh Hari Pertama Ramadhan Penuh Rahmat: Momentum Emas Meraih Kasih Sayang Allah dan Membersihkan Jiwa
Jumat 27-02-2026,11:00 WIB
Reporter:
juliirawan|
Editor:
juliirawan
Radarseluma.disway.id - Sepuluh Hari Pertama Ramadhan Penuh Rahmat: Momentum Emas Meraih Kasih Sayang Allah dan Membersihkan Jiwa--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Ramadhan adalah bulan yang selalu dirindukan umat Islam. Di dalamnya terdapat limpahan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Rasulullah ﷺ membagi bulan suci ini menjadi tiga fase utama. Sepuluh hari pertama disebut sebagai fase rahmat, sepuluh hari kedua sebagai fase ampunan, dan sepuluh hari terakhir sebagai fase pembebasan dari api neraka.
Sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ
Artinya: “Awal Ramadhan adalah rahmat, pertengahannya ampunan, dan akhirnya pembebasan dari api neraka.”
(HR. Al-Baihaqi)
Hadits ini memberikan gambaran betapa sepuluh hari pertama Ramadhan merupakan momentum emas bagi setiap Muslim untuk mendapatkan curahan kasih sayang Allah SWT.
Ramadhan Bulan Diturunkannya Al-Qur’an
Allah SWT berfirman:
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَىٰ وَالْفُرْقَانِ
Artinya: “Bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang benar dan yang batil).” (QS. Al-Baqarah: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, melainkan bulan turunnya petunjuk hidup. Pada sepuluh hari pertama, umat Islam diajak menata hati, membersihkan niat, serta memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an sebagai bentuk syukur atas rahmat yang Allah limpahkan.
Rahmat Allah sangat luas. Bahkan Allah menegaskan
dalam firman-Nya:
وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ
Artinya: “Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. Al-A’raf: 156)
Sepuluh hari pertama Ramadhan menjadi waktu istimewa di mana rahmat Allah dicurahkan secara berlipat ganda. Pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ وَصُفِّدَتِ الشَّيَاطِينُ
Artinya: “Apabila Ramadhan tiba, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini menunjukkan bahwa suasana spiritual pada awal Ramadhan sangat kondusif untuk memperbaiki diri.
Makna Rahmat dalam Sepuluh Hari Pertama
Rahmat berarti kasih sayang, kebaikan, dan kelembutan Allah kepada hamba-Nya. Dalam sepuluh hari pertama, rahmat Allah hadir dalam berbagai bentuk: kesehatan untuk berpuasa, kesempatan beribadah, ketenangan hati, hingga kemudahan dalam melakukan kebaikan.
Puasa sendiri adalah ibadah istimewa. Rasulullah SAW bersabda dalam hadits qudsi:
كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصِّيَامَ فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ
Artinya: “Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa itu untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada sepuluh hari pertama Ramadhan, umat Islam seakan sedang memasuki gerbang rahmat Allah. Hati yang sebelumnya lalai mulai dilunakkan. Jiwa yang kering mulai disirami dengan dzikir, doa, dan tilawah Al-Qur’an.
Rahmat Allah juga tercermin dalam pahala yang dilipatgandakan. Setiap amal sunnah dihitung seperti amal wajib, dan amal wajib dilipatgandakan hingga berkali-kali lipat. Ini adalah bentuk kasih sayang Allah agar hamba-Nya memiliki kesempatan besar meraih kebaikan sebanyak-banyaknya.
Menghidupkan Sepuluh Hari Pertama dengan Amal Shalih
Agar benar-benar mendapatkan rahmat di sepuluh hari pertama Ramadhan, ada beberapa amalan yang perlu dihidupkan:
1. Memperbaiki Niat dan Taubat
Ramadhan adalah momentum kembali kepada Allah. Taubat yang sungguh-sungguh menjadi pintu masuk turunnya rahmat. Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya; “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang mensucikan diri.”(QS. Al-Baqarah:
2. Memperbanyak Doa
Sepuluh hari pertama adalah waktu yang mustajab untuk berdoa. Orang yang berpuasa memiliki doa yang tidak tertolak. Rasulullah SAW bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ ... وَالصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ
Artinya: “Tiga golongan yang doanya tidak tertolak… salah satunya adalah orang yang berpuasa hingga ia berbuka.”
(HR. Tirmidzi)
3. Meningkatkan Kepedulian Sosial
Rahmat Allah akan turun kepada orang-orang yang berbuat rahmat kepada sesama. Rasulullah SAW bersabda:
الرَّاحِمُونَ يَرْحَمُهُمُ الرَّحْمَنُ
Artinya: “Orang-orang yang penyayang akan disayangi oleh Allah Yang Maha Pengasih.” (HR. Tirmidzi)
Memberi makan orang berbuka, bersedekah, membantu fakir miskin, dan mempererat silaturahmi merupakan wujud nyata meraih rahmat Allah.
Refleksi Spiritual di Awal Ramadhan
Sepuluh hari pertama bukan sekadar rutinitas awal puasa. Ia adalah fondasi untuk menentukan kualitas ibadah di hari-hari berikutnya. Jika awal Ramadhan diisi dengan semangat, maka insya Allah pertengahan dan akhirnya pun akan penuh keberkahan.
Banyak orang yang bersemangat di awal, namun kendor di pertengahan. Karena itu, penting menjaga konsistensi. Jangan sampai sepuluh hari pertama berlalu tanpa perubahan berarti dalam diri kita.
Ramadhan mengajarkan bahwa rahmat Allah selalu mendahului murka-Nya. Dalam sebuah hadits qudsi disebutkan bahwa Allah menetapkan atas diri-Nya sifat rahmat. Ini adalah kabar gembira bagi umat Islam bahwa pintu kasih sayang-Nya selalu terbuka, terlebih di bulan suci.
Sepuluh hari pertama Ramadhan adalah fase rahmat yang harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Ia adalah kesempatan emas untuk membersihkan jiwa, memperbaiki niat, dan memperbanyak amal shalih. Rahmat Allah yang luas meliputi seluruh makhluk, namun di bulan Ramadhan ia turun dengan lebih melimpah.
Melalui puasa, doa, sedekah, dan tilawah Al-Qur’an, seorang Muslim dapat meraih kasih sayang Allah SWT. Jangan sia-siakan momentum ini, karena belum tentu kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya.
Semoga sepuluh hari pertama Ramadhan benar-benar menjadi pintu rahmat bagi kita semua. Mari kita sambut dengan hati yang tunduk, jiwa yang bersih, dan tekad untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Semoga Allah SWT memasukkan kita ke dalam golongan hamba-hamba-Nya yang mendapatkan rahmat, ampunan, dan pembebasan dari api neraka. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.(djl)
Sumber: