Suasana Perayaan Imlek di Singkawang: Megah, Meriah, dan Penuh Makna Tradisi
Imlek di Singkawang--
Radarseluma.Disway.id - Setiap awal tahun baru Imlek, **Singkawang — kota yang dikenal sebagai “Kota Seribu Kelenteng” di Kalimantan Barat — berubah menjadi panggung budaya yang spektakuler**. Di sini, komunitas Tionghoa Indonesia merayakan Imlek dengan skala yang jarang ditemui di tempat lain di Indonesia, menjadikan kota ini destinasi utama bagi wisatawan domestik bahkan mancanegara.
1. Ribuan Lampion & Dekorasi Merah Membanjiri Kota
BACA JUGA:Kemnaker Gandeng Shopee, Latih 100 Instruktur BLK soal Digital Marketing dan Shopee Affiliate
BACA JUGA: Bank Mandiri Perkuat UMKM Kriya Berbasis Ekosistem Berkelanjutan
Begitu memasuki kawasan pusat kota menjelang Imlek, mata langsung tertarik oleh **ribuan lampion merah yang menghiasi jalan-jalan utama, kelenteng, dan pusat keramaian**. Warna merah yang dominan bukan sekadar dekorasi, tetapi simbol keberuntungan dan kebahagiaan yang melekat kuat dalam tradisi Tionghoa. Suasana ini menjadi latar foto favorit warga dan wisatawan.
2. Rangkaian Acara yang Sarat Budaya
Perayaan Imlek di Singkawang bukan cuma satu hari, melainkan sebuah rangkaian acara panjang yang dimulai sejak akhir Januari hingga pertengahan Februari setiap tahun. Kota dipenuhi dengan **pentas seni budaya, dekorasi kota, lomba hias lingkungan, festival kuliner, hingga ritual-ritual tradisional di kelenteng**. Semua itu berpuncak pada **Festival Cap Go Meh**, yaitu perayaan hari ke-15 setelah Imlek.
3. Pawai Tatung: Tradisi Unik yang Mendunia
Salah satu tradisi yang paling menarik perhatian adalah **pawai Tatung**. Para Tatung — yang dianggap sebagai medium yang ‘dihuni’ oleh roh leluhur atau pelindung — mengenakan kostum khas dan melakukan atraksi unik di jalanan kota. Acara ini bukan hanya parade budaya, tetapi juga ritual spiritual yang dipercaya bisa mengusir nasib buruk dan mendatangkan berkah sepanjang tahun.
4. Kelenteng & Ritual Keagamaan
Sumber: