Bitcoin Merosot Sampai 30%, Ini Penyebabnya
Bitcoin--
Jakarta, Radarseluma.Disway.id - Harga Bitcoin (BTC) anjlok tajam dan sempat menyentuh level US$ 60.000 pada perdagangan Jumat (6/2). Tekanan jual yang kuat menyeret Bitcoin ke level terendah intraday di kisaran US$ 60.000 sebelum bergerak fluktuatif, dengan penurunan hampir 30% dalam sepekan terakhir.
Vice President INDODAX, Antony Kusuma, mengungkap kondisi ini dipicu oleh kombinasi gelombang likuidasi posisi leverage dan meningkatnya tekanan jual dari investor institusional.
BACA JUGA:Terjadi di Air Kopras Lebong, Suami Habisi Istri yang Lagi Hamil Muda
BACA JUGA:Viral Siswi SMAN 1 Bengkulu dikeroyok, Trauma dan Dilarikan ke RS
Dalam 24 jam terakhir, total likuidasi di pasar kripto melampaui US$ 1,8 miliar, dengan mayoritas berasal dari posisi long. Lebih dari 500 ribu trader terdampak, termasuk satu posisi Bitcoin bernilai lebih dari US$ 12 juta yang terlikuidasi di bursa global.
"Ketika tekanan jual terjadi bersamaan, pasar kripto bisa bergerak sangat cepat karena banyak posisi ditutup dalam waktu yang sama," ujar Antony dalam keterangannya, Sabtu (7/7/2026).
Aksi likuidasi di pasar kripto juga diikuti oleh aksi jual dari investor besar. Hal ini terlihat dari aktivitas di pasar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin. ETF Bitcoin spot milik BlackRock, IBIT, mencatat volume perdagangan harian tertinggi dengan nilai transaksi melampaui US$ 10 miliar.
Lonjakan aktivitas tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan harga IBIT dan diikuti penarikan dana dalam jumlah besar, menunjukkan bahwa investor institusional ikut melepas kepemilikan mereka.
"Bitcoin telah kehilangan area support di kisaran US$ 65.000 hingga US$ 62.000. Jebolnya level tersebut memicu stop-loss beruntun dan membuka ruang penurunan ke area US$ 60.000," kata Antony.
Sumber: