Tarif KRL Tahun Ini Dipastikan Tidak Naik
Penumpang KRL--
JAKARTA, Radarseluma.Disway.id - Tahun 2026 ini, tarif KRL dipastikan tidak naik. Entitas bisnis PT Kereta Api Indonesia (Persero) meyakini tarif PT Kereta Commuter Indonesia atau KCI tidak akan mengalami kenaikan sepanjang tahun ini.
BACA JUGA: THR PPPK Paruh Waktu, Belum Masuk APBD 2026 Seluma
BACA JUGA: Awasi Tatakelola Keuangan di Bengkulu, Gubernur Teken MoU dengan BPKP Pusat
Disampaikan Direktur Utama KCI, Mochamad Purnomosidi hingga saat ini rencana menaikkan tarif KRL itu masih dalam tahapan pengkajian.
"Masih dalam pengajian. Sementara kita belum [berencana menaikkan] ya. Kita masih melakukan evaluasi dan melakukan kajian dengan para konsultan dan dengan pemerintah," kata Purnomo dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (26/1/2026). Kendati demikian, Purnomo memberi sinyal bahwa rencana untuk menyesuaikan tarif KRL memang telah ada. Hal itu dilakukan dalam rangka mengurangi beban subsidi yang saat ini ditanggung pemerintah. "Jadi belum ada rilis rencana kapan, karena ternyata begitu dibahas kemudian dipresentasikan cukup ketat juga diskusinya. Jadi akhirnya masih akan dilakukan peninjauan dari sisi yang lain," jelasnya ke media.
Pemerintah mengucurkan anggaran senilai Rp1,7 triliun setiap tahunnya untuk membayar subsidi kereta rel listrik (KRL) Jabodetabek pada 2025.
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa masyarakat hanya mengeluarkan dana sebesar 40% dari biaya yang seharusnya dibayar setiap kali naik KRL di wilayah aglomerasi Jabodetabek.
BACA JUGA:Wabup BS Serahkan Handtractor kepada Warga Air Nipis saat Musrenbangcam 2026
BACA JUGA:Akhir 2025 Lalu, Likuiditas Menguat, Didukung Akselerasi Fiskal dan Kredit
“Pemerintah menyubsidi sekitar 60% dari harga tiket KRL Jabodetabek. Anggaran yang kami sediakan untuk subsidi tersebut adalah sekitar Rp1,7 triliun per tahun,” tuturnya saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru.
Mengambil contoh tarif termurah, yakni Rp3.000 per perjalanan, artinya biaya sebenarnya tanpa subsidi untuk rute tersebut adalah Rp7.500. Dengan demikian, masyarakat hemat Rp4.500 per perjalanan.
Sumber: