Miris, Banyak Infrastruktur Rusak, DAK Fisik Seluma Turun Drastis, Tahun 2026 Tinggal Rp6,3 M
Bupati dan Plt Kepala BKD Seluma--
Seluma, Radarseluma.Disway.id – Lain dengan Kota Bengkulu yang terus membangun. Kabupaten Seluma sepertinya mandek. Tahun 2025 dilalui tanpa ada pembangunan. Bahkan, utang 2024 juga belum lunas.
Sementara Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Kabupaten Seluma mengalami penurunan signifikan pada tahun 2026. Berdasarkan data dari website resmi Kementerian Keuangan Republik Indonesia, DAK Fisik Seluma pada tahun 2025 mencapai Rp24.945.927.000,00, sementara pada tahun 2026 hanya tersisa Rp6.300.000.000,00 (turun Rp18.645.927.000,00).
BACA JUGA:Masih Tersedia Diskon 30% KA Ekonomi, KAI Daop 8 Surabaya Ajak Manfaatkan Tiket Promo
BACA JUGA:Dinkes Seluma Distribusikan PMT untuk Bumil dan Balita Bermasalah Gizi
Pada tahun anggaran 2025, seluruh DAK Fisik Seluma tercatat telah habis dialokasikan untuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana daerah sesuai menu yang ditetapkan pemerintah pusat. Namun, pada tahun 2026, pagu DAK Fisik yang diterima Kabupaten Seluma jauh lebih kecil dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan alokasi ini menunjukkan adanya perubahan kebijakan pemerintah pusat dalam penyaluran DAK Fisik, baik dari sisi prioritas nasional, kriteria daerah penerima, maupun penyesuaian kemampuan fiskal negara. DAK Fisik sendiri merupakan dana transfer yang penggunaannya bersifat spesifik dan wajib mengikuti petunjuk teknis kementerian terkait.
Dengan alokasi DAK Fisik 2026 yang hanya Rp6,3 miliar, Pemerintah Kabupaten Seluma diharapkan dapat lebih selektif dalam menentukan program pembangunan fisik, agar dana yang terbatas tersebut tetap memberikan dampak maksimal bagi masyarakat.
Berkurangnya alokasi DAK Fisik pada tahun 2026 berpotensi memengaruhi jumlah kegiatan pembangunan fisik yang dapat dilaksanakan di Kabupaten Seluma. Sejumlah sektor yang selama ini bergantung pada DAK Fisik, seperti infrastruktur dasar, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan, harus disesuaikan dengan pagu anggaran yang tersedia.
BACA JUGA:Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa Dusun Tengah P21, Pelimpahan Tersangka Tunggu Koordinasi JPU
Kondisi ini menuntut Pemerintah Kabupaten Seluma untuk mengoptimalkan sumber pendanaan lain, termasuk APBD murni maupun dana transfer lainnya, agar program pembangunan tetap berjalan. Selain itu, perencanaan yang matang dan penentuan skala prioritas menjadi kunci agar keterbatasan anggaran tidak menghambat pelayanan dan kebutuhan dasar masyarakat.(adt)
Sumber: