Studi Prudential Ungkap Generasi Muda Asia Memilih Perencanaan Keuangan daripada Spontanitas

Studi Prudential Ungkap Generasi Muda Asia Memilih Perencanaan Keuangan daripada Spontanitas

Prudential, dukungan terhadap stabilitas keungan--

 

HONG KONG SAR, Radarseluma.Disway.id  - Kaum muda di Asia mengambil pendekatan terstruktur dalam mengelola keuangan mereka, menurut sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Prudential plc ("Prudential"), perusahaan asuransi terkemuka di Asia dan Afrika. Penelitian yang berjudul "Pola Pikir Keuangan Kaum Muda di Asia" ini menemukan bahwa lebih dari tujuh dari 10 responden (71 persen) memilih perencanaan yang jelas daripada spontanitas, dengan mempertahankan kebiasaan asuransi dan investasi yang konsisten. Pragmatisme ini diiringi dengan optimisme: hampir 70 persen percaya bahwa keuangan pribadi mereka akan membaik dalam lima hingga 10 tahun ke depan.

 

BACA JUGA:Hong Kong Jadi Tuan Rumah Sidang Umum INTERPOL 2026

BACA JUGA:Selain Cepat Pulihkan 145 Outlet, BSI Aceh Juga Fasilitasi Penukaran Uang Rusak Milik Korban Banjir

Studi ini mensurvei lebih dari 5.300 orang dewasa muda berusia 20-35 tahun di tujuh pasar Asia, termasuk Hong Kong, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, dan Thailand, dengan tujuan untuk mengetahui pengalaman, preferensi, dan sikap generasi dinamis ini terhadap asuransi dan investasi.

 

Generasi Pragmatis Keuangan

 

Mayoritas anak muda Asia percaya bahwa hidup dalam ketidakpastian kini menjadi hal yang normal (63 persen), dengan menyebut keamanan finansial sebagai kekhawatiran utama dalam hidup mereka (77 persen), melampaui tanggung jawab keluarga (53 persen), kesehatan (52 persen), karier dan pendidikan (42 persen). Hampir 60 persen melaporkan lebih fokus pada masa depan daripada menikmati momen saat ini.

 

Di tengah suasana ketidakpastian yang meluas ini, kaum muda Asia tetap memiliki pandangan positif terhadap keuangan pribadi mereka. Enam puluh empat persen menyatakan keyakinan bahwa mereka akan memiliki cukup uang untuk membiayai masa pensiun.

 

Dalam hal pengelolaan keuangan, lebih dari separuh kaum muda (53 persen) menginginkan keseimbangan antara strategi investasi yang cerdas dengan kebebasan untuk menikmati hidup. Fleksibilitas tetap menjadi preferensi utama, dengan 62 persen responden lebih menyukai solusi keuangan yang berkembang seiring dengan kehidupan dan aspirasi mereka, daripada berpegang teguh pada satu gaya menabung atau berinvestasi.

Sumber: