Dinkes Seluma Sebut Balita Meninggal Bukan Akibat Rabies, Namun Penyakit Bawaan
Dinkes Seluma melakukan kunjungan ke rumah duka--
Seluma, Radarseluma.Disway.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma menegaskan bahwa, balita berusia 25 bulan asal Desa Lubuk Gio, Kecamatan Talo Kabupaten Seluma yang meninggal dunia beberapa waktu lalu bukan disebabkan penyakit rabies. Hasil penelusuran langsung tim medis Dinkes Seluma ke rumah duka memastikan bahwa penyebab kematian balita tersebut adalah penyakit bawaan. Yakni gangguan pada paru-paru atau asma, bukan rabies seperti yang sempat diberitakan sebelumnya.
BACA JUGA:Dua Pejabat Seluma Sudah Daftar Seleksi Terbuka Jabatan Sekda
BACA JUGA:Toyota Fortuner Sport, Mobil Mewah dengan Desain Canggih dan Populer di Indonesia
Sebelumnya, masyarakat di Kabupaten Seluma dihebohkan dengan kabar meninggalnya balita yang disebut-sebut akibat gigitan anjing liar. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan investigasi oleh tenaga kesehatan, ditemukan fakta bahwa korban tidak menunjukkan gejala klinis rabies. Tidak ada tanda-tanda khas seperti takut air (hidrofobia), takut cahaya (fotofobia), kejang-kejang, atau perubahan perilaku ekstrem yang umumnya terjadi pada penderita rabies.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Seluma, Mazdan menjelaskan bahwa, tim kesehatan telah melakukan pemeriksaan dan klarifikasi langsung kepada keluarga korban.
"Dari hasil penelusuran dan pemeriksaan di lapangan, tidak ditemukan gejala rabies pada balita tersebut. Memang benar sebelumnya korban sempat digigit anjing liar di bagian perut, tetapi hasil analisis medis menunjukkan bahwa penyebab kematiannya adalah penyakit bawaan, bukan rabies," sampainya.
Meski demikian, Dinas Kesehatan tetap mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap ancaman penyakit rabies. Berdasarkan data yang dihimpun Dinkes Seluma, kasus gigitan hewan penular rabies (HPR) di wilayah Kabupaten Seluma terbilang tinggi sepanjang tahun 2025. Sejak bulan Januari hingga akhir Oktober 2025. Tercatat 241 kasus gigitan HPR. Rinciannya, 129 kasus disebabkan oleh gigitan anjing, 104 kasus akibat gigitan kucing, 7 kasus oleh kera dan 1 kasus akibat gigitan musang.
Sebaran kasus gigitan hewan penular rabies tersebut hampir merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Seluma. Namun, beberapa wilayah tercatat memiliki kasus tertinggi, di antaranya Kecamatan Sukaraja, Kecamatan Air Periukan dan Kecamatan Talo. Berdasarkan data fasilitas kesehatan, Puskesmas Cahaya Negeri mencatat 19 kasus, Puskesmas Dermayu 17 kasus, Puskesmas Masmambang 19 kasus dan Puskesmas Sukamerindu 14 kasus gigitan hewan penular rabies.
Sumber: