Nasab Mulia Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: Dari Baghdad Hingga Bersambung ke Rasulullah SAW
Radarseluma.disway.id - Nasab Mulia Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: Dari Baghdad Hingga Bersambung ke Rasulullah SAW--
Reporter: Juli Irawan | Radarseluma.disway.id - Dalam sejarah Islam, para ulama dan wali Allah merupakan cahaya penerang umat. Mereka bukan hanya pewaris ilmu, tetapi juga penjaga iman dan akhlak yang luhur. Salah satu tokoh besar yang sangat dikenal hingga kini adalah Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, yang dijuluki Sultanul Auliya atau rajanya para wali. Beliau bukan hanya dikenal dengan keilmuan, ketakwaan, dan karomah yang luar biasa, tetapi juga karena nasabnya yang mulia, yang bersambung langsung kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW.
Nasab mulia ini menjadikan beliau memiliki kedudukan istimewa di hati kaum Muslimin, karena dalam Islam, keturunan Rasulullah SAW (Ahlul Bait) memiliki keutamaan dan kemuliaan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an dan Hadits.
Nasab Mulia Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
Nama lengkap beliau adalah Al-Sayyid Abu Muhammad Abdul Qadir bin Abi Shalih Musa Jangi Dosti bin Abdullah bin Yahya al-Zahid bin Muhammad bin Daud bin Musa al-Jawn bin Abdullah al-Mahdh bin Hasan al-Mutsanna bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib, suami dari Sayyidah Fathimah az-Zahra putri Rasulullah SAW.
Dengan demikian, nasab beliau bersambung kepada Imam Hasan bin Ali RA, cucu Rasulullah SAW, melalui jalur ayah. Nasab ini menunjukkan bahwa beliau adalah bagian dari keturunan Ahlul Bait Nabi yang sangat dimuliakan.
Para ulama silsilah menegaskan bahwa nasab ini sahih dan diakui oleh banyak ulama, termasuk ulama hadits, tasawuf, dan sejarah. Oleh karena itu, tidak heran jika karomah dan keberkahan Syaikh Abdul Qadir sangat masyhur di seluruh dunia Islam.
BACA JUGA:Jejak Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani: Cahaya Ulama Besar dari Baghdad untuk Dunia Islam
Keutamaan Nasab Rasulullah SAW dalam Al-Qur’an dan Hadits
Allah SWT telah menjelaskan kemuliaan keluarga Rasulullah dalam beberapa ayat Al-Qur’an. Salah satunya:
إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا
Artinya: “Sesungguhnya Allah hendak menghilangkan dosa dari kalian, wahai Ahlul Bait, dan menyucikan kalian dengan sesuci-sucinya.” (QS. Al-Ahzab: 33)
Ayat ini menjadi dalil utama bahwa Ahlul Bait Nabi, termasuk keturunan Sayyidina Hasan dan Husein, adalah keluarga pilihan Allah yang dijaga kesuciannya.
Rasulullah SAW juga bersabda tentang Ahlul Bait:
إِنِّي تَارِكٌ فِيكُمُ الثَّقَلَيْنِ كِتَابَ اللَّهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِي
Artinya: “Sesungguhnya aku tinggalkan untuk kalian dua pusaka: Kitab Allah (Al-Qur’an) dan keluargaku Ahlul Bait. Keduanya tidak akan berpisah hingga datang kepadaku di telaga (surga).” (HR. Tirmidzi)
Sumber: