Kisah Indah Rasulullah SAW dan Kesetiaan Abu Bakar RA: Teladan Persahabatan Sejati dalam Islam
Radarseluma.disway.id - Kisah Indah Rasulullah SAW dan Kesetiaan Abu Bakar RA: Teladan Persahabatan Sejati dalam Islam--
Reporter: Juli Irawan Radarseluma.disway.id - Dalam sejarah Islam, banyak kisah persahabatan yang penuh makna dan sarat hikmah. Namun, tidak ada persahabatan yang lebih agung dibandingkan kisah antara Rasulullah Muhammad SAW dengan sahabat karibnya, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA. Hubungan keduanya bukan sekadar ikatan persahabatan biasa, melainkan hubungan spiritual yang dilandasi oleh iman, cinta kepada Allah, dan pengorbanan yang tiada tanding. Kesetiaan Abu Bakar RA terhadap Rasulullah SAW menjadi teladan sepanjang masa, mengajarkan tentang arti persaudaraan, pengorbanan, dan kecintaan sejati.
Kisah ini begitu penting karena memperlihatkan bagaimana seorang sahabat setia rela berkorban demi Rasulullah SAW, bukan hanya dengan harta, tetapi juga dengan jiwa dan raganya. Melalui uraian ini, kita akan melihat bagaimana Al-Qur’an, hadits, serta sejarah mencatat indahnya kesetiaan Abu Bakar RA.
Abu Bakar Ash-Shiddiq RA: Sahabat Setia yang Pertama
Abu Bakar RA memiliki nama asli Abdullah bin Abi Quhafah. Ia adalah orang pertama dari kalangan laki-laki dewasa yang memeluk Islam. Gelarnya Ash-Shiddiq diberikan langsung oleh Rasulullah SAW karena keimanannya yang teguh, selalu membenarkan semua yang disampaikan Nabi tanpa ragu sedikit pun.
Allah SWT menyinggung peran Abu Bakar RA dalam Al-Qur’an saat peristiwa hijrah, sebagaimana firman-Nya:
إِلَّا تَنْصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ اللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ الَّذِينَ كَفَرُوا ثَانِيَ اثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِي الْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَاحِبِهِ لَا تَحْزَنْ إِنَّ اللَّهَ مَعَنَا
Artinya:
“Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), maka sesungguhnya Allah telah menolongnya, yaitu ketika orang-orang kafir (Mekah) mengusirnya, sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika dia berkata kepada sahabatnya: ‘Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.’” (QS. At-Taubah: 40)
Ayat ini menegaskan bahwa Abu Bakar RA adalah sahabat Rasulullah SAW dalam peristiwa hijrah, bahkan disebut secara khusus dengan kata ṣāḥibihi (sahabatnya). Hal ini menjadi bukti betapa tinggi kedudukan Abu Bakar di sisi Allah dan Rasul-Nya.
BACA JUGA:Kisah Rasulullah SAW Menjadi Ayah Teladan: Lembut, Bijak, dan Penuh Kasih Sayang
Kisah Kesetiaan Abu Bakar dalam Perjalanan Hijrah
Peristiwa hijrah dari Mekah ke Madinah adalah salah satu momen paling bersejarah. Abu Bakar RA menjadi sahabat pilihan Rasulullah SAW untuk menemani perjalanan penuh risiko tersebut. Saat keduanya bersembunyi di Gua Tsur, Abu Bakar RA begitu cemas bukan karena takut pada dirinya, melainkan takut jika musuh berhasil menemukan Nabi Muhammad SAW.
Diriwayatkan dalam hadits sahih:
عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قُلْتُ لِأَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الغَارِ، قُلْتُ: لَوْ أَنَّ أَحَدَهُمْ نَظَرَ تَحْتَ قَدَمَيْهِ لَأَبْصَرَنَا، فَقَالَ: مَا ظَنُّكَ يَا أَبَا بَكْرٍ بِاثْنَيْنِ اللَّهُ ثَالِثُهُمَا؟
Artinya:
Dari Anas RA, ia berkata: Aku berkata kepada Abu Bakar RA saat bersama Nabi SAW di gua: “Seandainya salah seorang dari mereka melihat ke bawah kakinya, niscaya mereka akan melihat kita.” Maka Rasulullah SAW bersabda: “Wahai Abu Bakar, bagaimana menurutmu dengan dua orang, sedangkan Allah adalah yang ketiga di antara mereka?” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits ini memperlihatkan betapa setianya Abu Bakar menemani Rasulullah SAW dalam momen penuh bahaya, sekaligus menunjukkan keteguhan iman Rasulullah yang menenangkan sahabatnya.
Pengorbanan Harta dan Jiwa
Kesetiaan Abu Bakar RA tidak hanya ditunjukkan dalam perjalanan hijrah. Beliau juga dikenal sebagai sahabat yang banyak menginfakkan hartanya untuk perjuangan Islam. Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
مَا نَفَعَنِي مَالُ أَحَدٍ مَا نَفَعَنِي مَالُ أَبِي بَكْرٍ
Artinya:
“Tidak ada harta seseorang yang lebih bermanfaat bagiku selain harta Abu Bakar.” (HR. Ahmad)
Abu Bakar RA bahkan pernah menyerahkan seluruh hartanya di jalan Allah. Ketika Rasulullah SAW bertanya, “Apa yang engkau sisakan untuk keluargamu?” Abu Bakar menjawab, “Aku tinggalkan Allah dan Rasul-Nya bagi mereka.”
Pengorbanan inilah yang menjadikan Abu Bakar RA sebagai teladan dalam kedermawanan dan kesetiaan yang tulus.
BACA JUGA:Indahnya Persaudaraan Muhajirin dan Anshar dalam Bimbingan Rasulullah SAW
Kesetiaan yang Diabadikan Sejarah
Abu Bakar RA tidak hanya setia di masa hidup Rasulullah SAW, tetapi juga setelah beliau wafat. Ketika Rasulullah SAW meninggal, kaum Muslimin sempat bingung dan terguncang. Umar bin Khattab RA bahkan tidak percaya Rasulullah SAW wafat. Namun, Abu Bakar RA tampil tegar dan berkata dengan lantang:
مَنْ كَانَ يَعْبُدُ مُحَمَّدًا، فَإِنَّ مُحَمَّدًا قَدْ مَاتَ، وَمَنْ كَانَ يَعْبُدُ اللَّهَ، فَإِنَّ اللَّهَ حَيٌّ لَا يَمُوتُ
Artinya:
“Barang siapa menyembah Muhammad, maka sesungguhnya Muhammad telah wafat. Barang siapa menyembah Allah, maka sesungguhnya Allah Maha Hidup dan tidak pernah mati.” (HR. Bukhari)
Kata-kata ini meneguhkan hati umat Islam dan menyadarkan mereka bahwa dakwah Rasulullah SAW akan terus berlanjut meski beliau telah wafat.
Kisah Rasulullah SAW dan kesetiaan Abu Bakar RA bukan sekadar cerita sejarah, tetapi pelajaran abadi tentang arti persahabatan sejati dalam Islam. Abu Bakar RA mengajarkan kepada kita bagaimana mencintai Rasulullah SAW dengan sepenuh hati, berkorban demi agama, dan mendahulukan iman di atas segalanya.
Al-Qur’an dan hadits jelas menunjukkan bahwa Abu Bakar RA adalah sahabat pilihan yang setia dalam suka maupun duka. Ia menemani Rasulullah SAW di saat-saat paling genting, menginfakkan harta tanpa ragu, dan menegakkan kebenaran meski harus berhadapan dengan kebingungan umat.
Di era modern ini, kita mungkin tidak bisa mendampingi Rasulullah SAW secara fisik seperti Abu Bakar RA. Namun, kita bisa meneladani kesetiaan beliau dengan cara mencintai Rasulullah SAW, mengikuti sunnahnya, membela agamanya, dan berkorban di jalan Allah sesuai kemampuan kita.
Semoga kisah persahabatan agung ini menginspirasi kita untuk membangun ukhuwah yang dilandasi iman, saling menolong dalam kebaikan, serta meneladani kesetiaan Abu Bakar RA kepada Rasulullah SAW hingga akhir hayatnya. (djl)
Sumber: