Misteri 7 Pohon yang Disukai Jin dalam Pandangan Islam, Antara Mitologi, Kepercayaan

Misteri 7 Pohon yang Disukai Jin dalam Pandangan Islam, Antara Mitologi, Kepercayaan

Radarseluma.disway.id --

Reporter: Juli Irawan 

Radarseluma.disway.id - Dalam khazanah masyarakat Nusantara, kita sering mendengar kisah tentang keberadaan makhluk gaib yang mendiami tempat-tempat tertentu. Salah satu yang paling sering dibicarakan adalah pohon besar dan rimbun yang dipercaya sebagai tempat tinggal jin. Tak jarang, orang tua menasihati anak-anaknya agar tidak bermain atau berbicara sembarangan di dekat pohon beringin, rumpun bambu, atau pohon asam jawa, karena konon pohon-pohon tersebut disenangi oleh makhluk halus.

Dari sudut pandang Islam, Jin adalah makhluk Allah yang nyata keberadaannya. Allah berfirman:

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِّن نَّارٍ

Artinya: “Dan Dia menciptakan Jin dari nyala api yang sangat panas.” (QS. Ar-Rahman: 15)

Jin memiliki kehidupan layaknya manusia mereka makan, minum, menikah, beranak-pinak, bahkan berkelompok. Perbedaan utama terletak pada bentuk penciptaan mereka yang tidak kasat mata. Karena sifat itulah, jin lebih senang berada di tempat-tempat tertentu yang sesuai dengan karakter mereka: sepi, lembap, gelap, penuh rimbunan, dan jarang disentuh manusia. Pepohonan besar dan tua sering kali memenuhi kriteria ini, sehingga tidak heran bila banyak masyarakat mengaitkannya dengan keberadaan jin.

BACA JUGA:17 Agustus: Momentum Iman dan Syukur Menjaga Amanah Kemerdekaan

Berikut adalah tujuh pohon yang diyakini disukai jin, lengkap dengan penjelasan mengapa mereka memilih pohon-pohon tersebut, serta bagaimana Islam memandangnya.

1. Pohon Beringin

Pohon beringin dikenal sebagai pohon yang besar, tua, dan memiliki akar menjuntai panjang. Pohon ini sering tumbuh di tempat-tempat lapang seperti alun-alun atau persimpangan jalan.

Karena pohon beringin biasanya berumur sangat tua, rindang, dan menimbulkan suasana gelap meskipun di siang hari. Kondisi ini sesuai dengan karakter jin yang menyukai tempat sunyi dan jarang ditempati manusia.

Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ هَذِهِ الْحُشُوشَ مُحْتَضَرَةٌ

Artinya: “Sesungguhnya tempat-tempat kotor itu dihuni oleh jin.” (HR. Abu Dawud)

Meskipun Hadits ini merujuk pada tempat najis, para ulama menjelaskan bahwa secara umum jin memang senang pada tempat yang sepi, kotor, atau gelap. Maka, pohon beringin yang besar dan rindang menjadi salah satu tempat favorit mereka.

2. Pohon Bambu

Rumpun bambu tumbuh rapat, tinggi, dan sering menimbulkan suara gesekan menyeramkan saat tertiup angin.

Rumpun bambu menciptakan suasana hening dan misterius, terutama di malam hari. Suara-suara gesekan bambu sering dianggap sebagai “suara gaib”, padahal bisa saja jin menampakkan diri melalui suara-suara itu.

Al-Qur’an menyebutkan bahwa jin memiliki kemampuan bergerak cepat dan tak terlihat:

إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ

Artinya: “Sesungguhnya ia (setan) dan pengikutnya dapat melihat kalian dari suatu tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka.” (QS. Al-A’raf: 27)

Ayat ini menegaskan bahwa jin memang bisa hadir di sekitar manusia tanpa terlihat, termasuk di rumpun bambu.

3. Pohon Pisang

Pohon pisang sering tumbuh bergerombol, dengan daun besar yang bisa menutupi cahaya. Dalam cerita rakyat, hantu pocong bahkan sering digambarkan muncul di kebun pisang.

Karena pohon pisang memiliki daun lebar yang menciptakan suasana teduh sekaligus gelap di malam hari. Pohon pisang juga cepat tumbuh di tanah lembap, kondisi yang sering digemari Jin.

Namun Allah mengingatkan agar manusia tidak takut kepada jin, karena rasa takut itu justru buatan setan:

إِنَّمَا ذَلِكُمُ الشَّيْطَانُ يُخَوِّفُ أَوْلِيَاءَهُ فَلَا تَخَافُوهُمْ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

Artinya: “Sesungguhnya setan hanyalah menakut-nakuti kamu dengan kawan-kawannya, maka janganlah kamu takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku jika kamu benar-benar beriman.(QS. Ali Imran: 175)

BACA JUGA:Kemerdekaan Negeri Ini Adalah Amanah Ilahi, Bukan Warisan untuk Disia-siakan

4. Pohon Sawo

Pohon sawo, apalagi yang berusia tua dan rindang, sering dianggap angker oleh masyarakat.

Karena pohon sawo biasanya menghasilkan aroma khas saat berbuah, dan tempatnya sering teduh dan lembap. Hal ini membuatnya cocok sebagai tempat tinggal Jin.

Namun, Islam menekankan bahwa jin pun makhluk yang wajib beribadah, bukan untuk ditakuti. Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat: 56)

5. Pohon Saga

Pohon saga memiliki daun kecil, rimbun, dan sering digunakan dalam pengobatan tradisional. Namun, sebagian masyarakat meyakini ada aura mistis di sekitar pohon ini.

Karena pohon saga biasanya tumbuh berkelompok, menciptakan keteduhan alami yang jarang dijamah manusia. Tempat yang sunyi seperti ini sering dijadikan tempat singgah Jin.

Islam mengingatkan agar tidak menganggap pohon memiliki kekuatan mistis. Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ تَعَلَّقَ تَمِيمَةً فَقَدْ أَشْرَكَ

Artinya: “Barang siapa menggantungkan jimat, maka sungguh ia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad)

6. Pohon Kapuk Randu

Pohon kapuk randu yang menjulang tinggi dengan batang besar sering terlihat menyeramkan, apalagi jika tumbuh sendirian.

Karena ukurannya yang besar dan usianya yang panjang membuat pohon ini menjadi tempat sunyi dan teduh. Banyak cerita rakyat yang menyebut penampakan jin di bawah pohon kapuk randu.

Rasulullah SAW menjelaskan bahwa jin bisa masuk dan mempengaruhi manusia dengan sangat dekat:

إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِي مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ

Artinya: “Sesungguhnya setan itu berjalan dalam tubuh manusia sebagaimana aliran darah.” (HR. Bukhari dan Muslim)

7. Pohon Asam Jawa

Pohon asam jawa dikenal rindang dan lebat. Banyak orang menghindari duduk di bawahnya pada malam hari karena diyakini angker.

Karena pohon ini memberikan naungan luas, sering berada di tanah lapang, dan memiliki suasana yang lembap. Karakteristik ini cocok dengan sifat jin yang menyukai tempat sepi.

Namun Allah menegaskan:

إِنَّهُ لَيْسَ لَهُ سُلْطَانٌ عَلَى الَّذِينَ آمَنُوا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Artinya: “Sesungguhnya setan itu tidak mempunyai kekuasaan atas orang-orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhannya.” (QS. An-Nahl: 99)

Dari penjelasan diatas maka dapatlah kita simpulkan bahwa Tujuh pohon yang diyakini disukai Jin beringin, bambu, pisang, sawo, saga, kapuk randu, dan asam jawa memiliki kesamaan: umumnya berukuran besar, rindang, lembap, dan sunyi. Sifat inilah yang membuat jin betah berdiam di sana.

Namun, Islam menekankan bahwa jin tidak memiliki kekuatan atas orang beriman. Kepercayaan bahwa pohon-pohon itu angker hanyalah bagian dari mitos dan tradisi. Seorang Muslim tidak boleh larut dalam rasa takut berlebihan, melainkan harus berlindung kepada Allah dengan doa dan dzikir.

Mitos tentang pohon angker memang menjadi bagian dari budaya lokal. Akan tetapi, sebagai umat Islam, kita harus menyikapinya dengan bijak: mempercayai keberadaan jin sesuai dalil, tetapi tidak berlebihan hingga jatuh pada kesyirikan. Pohon tetaplah ciptaan Allah, tidak memiliki kekuatan gaib, sementara jin hanyalah makhluk Allah yang juga tunduk pada-Nya. (djl)

Sumber:

Berita Terkait