17 Agustus: Momentum Iman dan Syukur Menjaga Amanah Kemerdekaan
Radarseluma.disway.id - 17 Agustus: Momentum Iman dan Syukur Menjaga Amanah Kemerdekaan--
Reporter: Juli Irawan
Radarseluma.disway.id - Setiap Bangsa memiliki hari bersejarah yang menjadi simbol kebanggaan dan identitas Nasional. Bagi Indonesia, tanggal 17 Agustus adalah momentum yang tak terlupakan hari ketika proklamasi kemerdekaan dikumandangkan pada tahun 1945. Namun, kemerdekaan bukan sekadar catatan sejarah, melainkan anugerah besar dari Allah SWT yang harus disyukuri, dijaga, dan diisi dengan amal kebajikan.
Sebagai umat Islam, kita memandang kemerdekaan tidak hanya dari sudut pandang politik atau sosial, tetapi juga sebagai nikmat ilahi yang mengandung amanah besar. Maka, memperingati 17 Agustus seharusnya menjadi momen untuk mempertebal iman, menumbuhkan rasa syukur, dan memperbarui tekad menjaga kemerdekaan dengan semangat keislaman dan kebangsaan.
Kemerdekaan sebagai Nikmat Allah
Al-Qur’an mengajarkan bahwa setiap nikmat yang kita peroleh wajib disyukuri. Allah SWT berfirman:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih’." (QS. Ibrahim: 7)
Kemerdekaan Indonesia adalah wujud nyata pertolongan Allah yang mengangkat bangsa ini dari belenggu penjajahan. Syukur yang dimaksud bukan sekadar ucapan, melainkan diwujudkan dalam perbuatan: menjaga persatuan, membangun negeri, dan mengamalkan ajaran agama dengan benar.
Syukur dalam Perspektif Islam
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَا يَشْكُرِ النَّاسَ لَا يَشْكُرِ اللهَ
Artinya: "Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia, maka ia tidak bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Daud)
Hadits ini mengajarkan bahwa bersyukur juga berarti menghargai jasa para pejuang kemerdekaan. Mereka telah mengorbankan jiwa dan raga demi kebebasan yang kini kita nikmati. Menghormati dan meneladani perjuangan mereka adalah bagian dari bentuk syukur kepada Allah.
Iman sebagai Pondasi Mengisi Kemerdekaan
Sumber: